Kedermawanan Mempercepat Orang Mencapai Derajat Tinggi di Sisi Allah
Miftah yusufpati
Kamis, 09 Januari 2025 - 15:55 WIB
Karena kedermawanan dan kecintaan kepada kaum Muslim, Anda juga dapat menjadi kekasih Tuhan. Ilustrasi: AI
LANGIT7.ID--Cendekiawan Muslim Jalaluddin Rakhmat (1949 – 2021) mengatakan dalam kafilah rohani yang berjalan menuju Tuhan, kita melihat barisan yang panjang. Mereka yang berada dalam barisan mempunyai martabat yang bermacam-macam, bergantung pada sejauh mana mereka telah berjalan. Dari tempat berangkat ke tujuan, ada sejumlah stasiun yang harus mereka lewati.
Derajat mereka juga bergantung pada banyaknya stasiun yang sudah mereka singgahi. "Pada setiap stasiun selalu ada pengalaman baru, keadaan baru, dan pemandangan baru. Sangat sulit menceritakan pengalaman pada stasiun tertentu kepada mereka yang belum mencapai stasiun itu," ujar Jalaluddin Rakhmat dalam bukunya berjudul "Renungan-Renungan Sufistik: Membuka Tirai Kegaiban" (Bandung, Mizan, 1995).
Menurut Jalaluddin, dalam literatur tasawuf, stasiun itu disebut manzilah atau maqam. Pengalaman rohani yang mereka rasakan disebut hal.
Ada segelintir orang yang sudah mendekati stasiun terakhir. Mereka sudah sangat dekat dengan Tuhan, tujuan terakhir perjalanan mereka.
Baca juga: UAH: Dimudahkan dalam Taat Merupakan Cinta Allah kepada Hamba-Nya
Maqam mereka sangat tinggi di sisi Tuhan. Kelompok mereka disebut awliya', kekasih-kekasih Tuhan. Mereka telah dipenuhi cahaya Tuhan.
Sekiranya kita menemukan mereka, kita akan berteriak seperti teriakan orang munafik pada Hari Akhir, "Tengoklah kami (sebentar saja) agar kami dapat memperoleh seberkas cahayamu" (QS 57:13).
Derajat mereka juga bergantung pada banyaknya stasiun yang sudah mereka singgahi. "Pada setiap stasiun selalu ada pengalaman baru, keadaan baru, dan pemandangan baru. Sangat sulit menceritakan pengalaman pada stasiun tertentu kepada mereka yang belum mencapai stasiun itu," ujar Jalaluddin Rakhmat dalam bukunya berjudul "Renungan-Renungan Sufistik: Membuka Tirai Kegaiban" (Bandung, Mizan, 1995).
Menurut Jalaluddin, dalam literatur tasawuf, stasiun itu disebut manzilah atau maqam. Pengalaman rohani yang mereka rasakan disebut hal.
Ada segelintir orang yang sudah mendekati stasiun terakhir. Mereka sudah sangat dekat dengan Tuhan, tujuan terakhir perjalanan mereka.
Baca juga: UAH: Dimudahkan dalam Taat Merupakan Cinta Allah kepada Hamba-Nya
Maqam mereka sangat tinggi di sisi Tuhan. Kelompok mereka disebut awliya', kekasih-kekasih Tuhan. Mereka telah dipenuhi cahaya Tuhan.
Sekiranya kita menemukan mereka, kita akan berteriak seperti teriakan orang munafik pada Hari Akhir, "Tengoklah kami (sebentar saja) agar kami dapat memperoleh seberkas cahayamu" (QS 57:13).