home masjid

Kisah Mariyah Al-Qibthiyah: Istri Nabi yang Pada Awalnya Beragama Nasrani

Senin, 13 Januari 2025 - 04:45 WIB
Setelah kematian anaknya, Ibrahim, dan Rasulullah, beliau menghabiskan hidupnya dengan beribadah. Foto/Ilustrasi: Ist
LANGIT7.ID--Mariyah Al-Qibthiyah binti Syam'um sering juga disebut Maria, merupakan budak dari Mesir. Menurut Imam al-Baladziri, ibunda Mariyah adalah keturunan bangsa Romawi.

Mariyah mewarisi kecantikan ibunya sehingga memiliki kulit yang putih, berparas cantik, berpengetahuan luas, dan berambut ikal.

Mariyah terlahir dari seorang ayah berdarah Qibti dan ibu beragama Nasrani dari Romawi. Beliau lahir di sebuah desa yang jauh di Mesir, yaitu Hafn.

Pada awal usia remajanya, Raja Qibti al-Muqauqis telah meminangnya bersama saudarinya, Sirin. Mariyah dan saudarinya pun berpindah ke Istana untuk menjadi seorang pelayan raja dan selalu ada di sisi raja.

Pada suatu ketika Rasulullah SAW mengirim utusan, Hathib bin Abi Balta'ah untuk menyampaikan sepucuk surat kepada Raja Qibti al-Muqauqis yang berisi ajakan untuk memeluk Islam.

Raja menolak ajakan ini namun mengirim hadiah kepada Nabi. Hadiah itu antara lain budak bernama Mariyah, Sirin dan Maburi serta hadiah kerajinan dari Mesir.

Baca Selanjutnya
Bagikan artikel ini:
Berita Lainnya
berita lainnya