Ekspedisi Muawiyah ke Siprus kerap dibaca sebagai kemenangan laut pertama Islam. Namun riwayat yang berlapis memunculkan tanya: siapa sebenarnya memimpin armada, dan apa motif di balik perang tanpa pertempuran itu?
Ketika pasukan Romawi menerjang Mesir Hilir, Amr bin Ash memilih taktik tak lazim: membiarkan musuh menampakkan keburukannya. Keputusan itu mengubah arah perlawanan Arab di bawah Khalifah Utsman.
Pada awal pemerintahan Utsman bin Affan (664 M), 300 kapal Romawi mendarat diam-diam di Iskandariah. Serangan ini mengguncang Mesir dan menjadi ujian besar bagi kekhalifahan muda.
Konstans II menyiapkan 300 kapal untuk merebut kembali Mesir dari tangan Muslim. Armada itu mendarat tanpa terdeteksi di Iskandariah. Inilah salah satu operasi militer paling berani pada abad ke-7.
Keputusan politik di Mesir, ketegangan elite Arab, dan kelengahan administratif membuka celah. Dari Iskandariah, orang-orang Romawi menulis ke Konstantinopel, memanggil kembali bayang-bayang Bizantium.
Di balik gejolak Azerbaijan dan Armenia pada awal kekhalifahan Utsman bin Affan, bayang-bayang ambisi Persia Sasanid dan Rumawi Timur ikut menyalakan bara. Dua imperium tua itu berusaha merebut ulang pengaruh yang hilang.
Sejak kisah Adam dan Hawa hingga seruan Ya Bani Adam dalam Al-Quran, dorongan berpakaian dipotret sebagai fitrah manusia. Tafsir para ulama menunjukkan: menutup aurat bukan sekadar aturan, tetapi naluri purba.
Di Yunani, pusat filsafat yang sering dipuja Barat, perempuan justru terpinggirkan. Di istana-istana, para wanita elite disekap. Di kalangan bawah, lebih menyedihkan: mereka diperlakukan sebagai barang dagangan.
Amirul mukminin berkenan menjadikannya sebagai pendamping dan memanfaatkan ilmunya ketika menghadapi kesulitan, memakai pandangannya setiap kali membutuhkan dan menjadikan dia sebagai utusannya untuk bernegoisasi dengan raja-raja di muka bumi.
Ide brilian Mu'awiyah membangun armada laut Islam mendapat dukungan dari Khalifah Utsman, meski sempat ditolak Khalifah Umar. Keputusan bersejarah ini menghasilkan kekuatan angkatan laut Muslim yang tangguh, mampu menghadapi Romawi, dan berperan penting dalam ekspansi Islam di wilayah Mediterania.