home global news

Tak Peru Khawatir Isolasi Mandiri di Rumah karena RS Penuh, Ini Tipsnya

Senin, 12 Juli 2021 - 17:05 WIB
Ilustrasi suasana hati tetap senang saat isolasi mandiri di rumah. Foto: Langit7.id/iStock
Angka kasus Covid-19 di Indonesia terus meningkat dan mengkhawatirkan. Banyaknya rumah sakit di kawasan Jabodetabek yang penuh membuat para pasien Covid-19 memilih merawat diri di rumah atau akrab disebut dengan isolasi mandiri (isoman).

Bukan isapan jempol belaka, kapasitas ruang perawatan hingga instalasi gawat darurat rumah sakit sudah tidak lagi mencukupi. Alhasil, stadion hingga asrama untuk haji terpaksa digunakan untuk menolong para pasien Covid-19. Meski begitu, nyatanya jumlah orang yang terpapar Covid-19 benar-benar membludak. Mereka yang tidak mendapatkan ruang terpaksa harus menyembuhkan diri dari rumah masing-masing.

Dalam kondisi demikian, maka para isoman secara mandiri dan inisiatif harus tetap berkomunikasi dengan tim medis atau pun dokter. Pasalnya, segala gejala yang timbul atau perkembangan kondisi yang tidak dilaporkan ke dokter dapat berakhir buruk.

Konsultasi Dokter

Dokter Kemas Abdurrahim Mars MKes dari IDI Jakarta mengatakan, mereka yang dinyatakan positif Covid-19 harus segera dan sesering mungkin berkonsultasi dengan dokter. "Dikarenakan, dokter akan menyarankan pengobatan dan obat yang harus digunakan selama isoman. Banyak mereka yang tidak melakukan itu, lalu kondisi tiba-tiba memburuk, itu yang ditakutkan," kataKemas saat dihubungi Langit7.id

Oximeter, Termometer dan Tensimeter

Kedua, kata dia, mereka yang yang isoman harus menyiapkan oximeter, termometer dan tensimeter digital. Dia menambahkan, apabila mempunyai nomor kontak dokter lebih bagus, untuk bisa berkonsultasi selama isoman. Hal tersebut tetap penting dilakukan meski dewasa ini banyak aplikasi konsultasi online.
Baca Selanjutnya
Bagikan artikel ini:
Topik Terkait :
covid-19 tips kemas abdurrahim isoman idi
Berita Terkait
Berita Lainnya
berita lainnya