LANGIT7.ID, Jakarta - Angka kasus Covid-19 di Indonesia terus meningkat dan mengkhawatirkan. Banyaknya rumah sakit di kawasan Jabodetabek yang penuh membuat para pasien Covid-19 memilih merawat diri di rumah atau akrab disebut dengan isolasi mandiri (isoman).
Bukan isapan jempol belaka, kapasitas ruang perawatan hingga instalasi gawat darurat rumah sakit sudah tidak lagi mencukupi. Alhasil, stadion hingga asrama untuk haji terpaksa digunakan untuk menolong para pasien Covid-19. Meski begitu, nyatanya jumlah orang yang terpapar Covid-19 benar-benar membludak. Mereka yang tidak mendapatkan ruang terpaksa harus menyembuhkan diri dari rumah masing-masing.
Dalam kondisi demikian, maka para isoman secara mandiri dan inisiatif harus tetap berkomunikasi dengan tim medis atau pun dokter. Pasalnya, segala gejala yang timbul atau perkembangan kondisi yang tidak dilaporkan ke dokter dapat berakhir buruk.
Konsultasi DokterDokter Kemas Abdurrahim Mars MKes dari IDI Jakarta mengatakan, mereka yang dinyatakan positif Covid-19 harus segera dan sesering mungkin berkonsultasi dengan dokter. "Dikarenakan, dokter akan menyarankan pengobatan dan obat yang harus digunakan selama isoman. Banyak mereka yang tidak melakukan itu, lalu kondisi tiba-tiba memburuk, itu yang ditakutkan," kata Kemas saat dihubungi
Langit7.idOximeter, Termometer dan TensimeterKedua, kata dia, mereka yang yang isoman harus menyiapkan oximeter, termometer dan tensimeter digital. Dia menambahkan, apabila mempunyai nomor kontak dokter lebih bagus, untuk bisa berkonsultasi selama isoman. Hal tersebut tetap penting dilakukan meski dewasa ini banyak aplikasi konsultasi
online.
"Karena perlu dipantau saturasi oksigen, suhunya dan tekanan darahnya. Pemantauan secara ketat dalam satu minggu pertama, selanjutnya kalau gejalanya tidak ada sesak atau saturasi di atas 95, Insya Allah bagus," kata dokter yang berpraktek di RSCM itu.
Berjemur di Pagi HariDia menyarankan, selama isoman sebaiknya konsumsi obat sesuai petunjuk dokter dan selalu berjemur di pagi hari sekitar pukul 10.00 WIB. Lakukan selama tiga puluh menit dan tetap menerapkan protokol kesehatan. Di samping itu, selama isoman harus memaksakan makan meskipun mulut terasa pahit dan tetap semangat.
"Ini penting untuk menghindari makin gawat atau munculnya
cytokine storm," katanya.
Siapkan Alat Pribadi SendiriKetiga, jika ada anggota keluarga lain saat menjalani isoman, Kemas menyarankan agar menggunakan peralatan makan, mandi secara personal dan pastikan tidak digunakan orang lain. Termasuk, kata dia, kamar mandi dan kasur (kamar) yang digunakan terpisah.
Selalu menyiapkan kotak sampah tertutup, yang dilapisi kantong plastik. Buanglah sampah dalam keadaan tertutup. Pakaian kotor sebaiknya dicuci sendiri menggunakan detergen, setelahnya masukkan ke plastik tertutup.
PCR Usai IsomanBagi keluarga atau siapapun yang pernah kontak erat dengan pasien Covid-19 harus di swab PCR segera. Apabila sudah 14 hari dan dinyatakan negatif setelah melakukan swab, maka dapat kembali melakukan aktivitas seperti biasa.
"Kalau menggunakan Rapid test bisa setelah tiga hari kemudian. Apabila setelah sembuh, ada gejala sering mengalami batuk dan sesak, tergantung kondisi paru yg terkena. Biasanya satu bulan gejala akan hilang,” katanya.
Dia menambahkan, penyintas Covid-19 cenderung cepat lelah dan gampang pusing. Pasalnya, efek Covid-19 menyebabkan kekentalan darah dan merusak banyak organ.
"Sehingga butuh waktu untuk mempercepat pemulihannya. Apabila masih terasa, bisa konsultasi ke dokter untuk pemulihan," ungkapnya.
(asf)