Warung Kopi Phoenampungan Tawarkan Kopi Sulsel Nikmat sambil Bertukar Ide
Fajar adhitya
Kamis, 16 Januari 2025 - 18:20 WIB
(Foto: Freepik.com)
LANGIT7.ID-Jakarta; Warung Kopi (Warkop) Phoenampungan, tidak hanya menawarkan secangkir kopi nikmat, tetapi juga ruang untuk bertukar ide dan inspirasi bagi para aktivis lintas sektor di Indonesia.
Tempat tersebut didirikan oleh enam anak muda perantauan dari Sulawesi Selatan, yakni Muhammad Risman Pasigai (MRP), Abdul Razak Said, Ziaul Haq Coi, Rizky Maulana, Saudi Arabia Tahir, dan Thamrin Barubu.
“Warung kopi itu tutup, kemudian ada sekitar tiga tahun kawan-kawan kita khususnya dari Makassar, dari Sumatera, dari beberapa daerah, dan teman-teman aktivis tidak ada tempat kumpul. Kemudian berpencar-pencar macam-macam ada tempat kumpulnya," ujarnya dalam keterangan tertulis yang diterima.
Akhirnya, MRP bersama dengan lima orang temannya membuat ruang untuk aktivis berkumpul. Ruang itulah yang kini bernama Warkop Poenampungan. Nama Poenampungan dipilih bukan tanpa alasan. MRP menceritakan harapan agar tempat ini menampung segala macam kalangan dan beragam pemikiran.
Menu andalannya, kopi khas Sulawesi Selatan, menjadi salah satu daya tarik yang membawa cita rasa autentik dari tanah kelahiran para pendirinya.
MRP menjelaskan bahwa Warkop Phoenampungan tidak hanya sekadar usaha ekonomi, namun sebagai ruang di mana kaum muda dapat berkumpul, berdiskusi, dan saling menginspirasi.
Warkop Phoenampungan membawa semangat kebersahajaan dan kebersamaan melalui tagline khasnya, Mengolah seperlunya, minum kopi secukupnya, bersahabat selamanya. Tagline ini mencerminkan filosofi para pendirinya, yang ingin menghadirkan warung kopi sebagai tempat berkumpul yang santai namun penuh arti.(*)
Tempat tersebut didirikan oleh enam anak muda perantauan dari Sulawesi Selatan, yakni Muhammad Risman Pasigai (MRP), Abdul Razak Said, Ziaul Haq Coi, Rizky Maulana, Saudi Arabia Tahir, dan Thamrin Barubu.
“Warung kopi itu tutup, kemudian ada sekitar tiga tahun kawan-kawan kita khususnya dari Makassar, dari Sumatera, dari beberapa daerah, dan teman-teman aktivis tidak ada tempat kumpul. Kemudian berpencar-pencar macam-macam ada tempat kumpulnya," ujarnya dalam keterangan tertulis yang diterima.
Akhirnya, MRP bersama dengan lima orang temannya membuat ruang untuk aktivis berkumpul. Ruang itulah yang kini bernama Warkop Poenampungan. Nama Poenampungan dipilih bukan tanpa alasan. MRP menceritakan harapan agar tempat ini menampung segala macam kalangan dan beragam pemikiran.
Menu andalannya, kopi khas Sulawesi Selatan, menjadi salah satu daya tarik yang membawa cita rasa autentik dari tanah kelahiran para pendirinya.
MRP menjelaskan bahwa Warkop Phoenampungan tidak hanya sekadar usaha ekonomi, namun sebagai ruang di mana kaum muda dapat berkumpul, berdiskusi, dan saling menginspirasi.
Warkop Phoenampungan membawa semangat kebersahajaan dan kebersamaan melalui tagline khasnya, Mengolah seperlunya, minum kopi secukupnya, bersahabat selamanya. Tagline ini mencerminkan filosofi para pendirinya, yang ingin menghadirkan warung kopi sebagai tempat berkumpul yang santai namun penuh arti.(*)
(lam)