Hukum Musik dan Lagu, Syaikh Al-Qardhawi: Ada Syarat yang Harus Dijaga
Miftah yusufpati
Jum'at, 17 Januari 2025 - 17:00 WIB
Syaikh Yusuf Al-Qardhawi. Foto/Ilustrasi: Ist
LANGIT7.ID--Syaikh Yusuf al-Qardhawi dalam bukunya berjudul "Fatwa-Fatwa Kontemporer" (Gema Insani Press, 1995) membolehkan musik dan nyanyian. Akan tetapi ia menyebut beberapa (ikatan) syarat yang harus dijaga berikut ini:
1. Tema atau isi nyanyian harus sesuai dengan ajaran dan adab Islam. Nyanyian yang berisi kalimat "dunia adalah rokok dan gelas arak" bertentangan dengan ajaran Islam yang telah menghukumi arak (khamar) sebagai sesuatu yang keji, termasuk perbuatan setan, dan melaknat peminumnya, pemerahnya, penjualnya, pembawa (penghidangnya), pengangkutnya, dan semua orang yang terlibat di dalamnya.
Sedangkan merokok itu sendiri jelas menimbulkan dharar. Begitu pun nyanyian-nyanyian yang seronok serta memuji-muji kecantikan dan kegagahan seseorang, merupakan nyanyian yang bertentangan dengan adab-adab Islam sebagaimana diserukan oleh Kitab Sucinya:
"Katakanlah kepada orang laki-laki yang beriman: Hendaklah mereka menahan pandangannya ..." ( QS An Nur : 30)
"Katakanlah kepada wanita yang beriman: Hendaklah mereka menahan pandangannya ..." ( QS An Nur : 31)
Dan Rasulullah SAW bersabda: "Wahai Ali, janganlah engkau ikuti pandangan yang satu dengan pandangan yang lain. Engkau hanya boleh melakukan pandangan yang pertama, sedang pandangan yang kedua adalah risiko bagimu." (HR Ahmad, Abu Daud, dan Tirmidzi)
Demikian juga dengan tema-tema lainnya yang tidak sesuai atau bertentangan dengan ajaran dan adab Islam.
1. Tema atau isi nyanyian harus sesuai dengan ajaran dan adab Islam. Nyanyian yang berisi kalimat "dunia adalah rokok dan gelas arak" bertentangan dengan ajaran Islam yang telah menghukumi arak (khamar) sebagai sesuatu yang keji, termasuk perbuatan setan, dan melaknat peminumnya, pemerahnya, penjualnya, pembawa (penghidangnya), pengangkutnya, dan semua orang yang terlibat di dalamnya.
Sedangkan merokok itu sendiri jelas menimbulkan dharar. Begitu pun nyanyian-nyanyian yang seronok serta memuji-muji kecantikan dan kegagahan seseorang, merupakan nyanyian yang bertentangan dengan adab-adab Islam sebagaimana diserukan oleh Kitab Sucinya:
"Katakanlah kepada orang laki-laki yang beriman: Hendaklah mereka menahan pandangannya ..." ( QS An Nur : 30)
"Katakanlah kepada wanita yang beriman: Hendaklah mereka menahan pandangannya ..." ( QS An Nur : 31)
Dan Rasulullah SAW bersabda: "Wahai Ali, janganlah engkau ikuti pandangan yang satu dengan pandangan yang lain. Engkau hanya boleh melakukan pandangan yang pertama, sedang pandangan yang kedua adalah risiko bagimu." (HR Ahmad, Abu Daud, dan Tirmidzi)
Demikian juga dengan tema-tema lainnya yang tidak sesuai atau bertentangan dengan ajaran dan adab Islam.