home masjid

Kisah An-Najasyi, Penolong Umat Islam yang Hijrah ke Negeri Habasyah

Sabtu, 18 Januari 2025 - 04:45 WIB
An-Najasyi termasuk golongan Tabiin. Ilustrasi: AI
LANGIT7.ID--Beliau bisa dikatakan tabi’in, namun boleh pula dikatakan sebagai sahabat. Hubungannya dengan Rasulullah SAW berlangsung melalui surat menyurat. Ketika beliau wafat, Nabi SAW melakukan salat ghaib untuknya, salat yang belum pernah beliau lakukan sebelumnya. Dialah Ashamah bin Abjar yang dikenal dengan sebutan An-Najasyi.

Buku “Mereka adalah Para Tabi’in” karya Dr Abdurrahman Ra’at Basya, mengungkap ayah Ashamah adalah raja negeri Habasyah dan tidak memiliki anak melainkan beliau.

Kondisi ini dipandang kurang baik untuk masa depan negeri itu. Sebagian tokoh Habasyah berbisik, “Raja kita hanya memiliki seorang putra. Dia hanya menyusahkan. Dia akan mewarisi tahta bila raja wafat dan mengantar kita ke arah kebinasaan. Lebih baik kita bunuh sang raja dan kita angkat saudaranya menjadi raja baru. Dia memiliki dua belas putra yang membelanya masa hidup dan menjadi pewarisnya jika meninggal.”

Dengan gencar setan membisiki dan memprovokasi mereka hingga mereka membunuh rajanya dan mengangkat saudaranya untuk menggantikannya.

Selanjutnya Ashamah diasuh oleh pamannya. Tumbuh menjadi pemuda yang cerdas, penuh semangat, ahli berargumen dan berkepribadian luhur. Ia menjadi andalan pamannya dan diutamakan lebih daripada anak-anaknya sendiri.

Baca juga: Kisah Tabiin Al-Qasim Cucu Abu Bakar Shiddiq: Di Bawah Asuhan Siti Aisyah

Namun setan kembali memprovokasi para pembesar Habsyah. Mereka kembali berembuk. Di antara mereka berkata, “Kita khawatirkan bila kerajaan ini jatuh ke tangan pemuda itu, pastilah dia akan membalas dendam atas kematian ayahandanya dahulu.”
Baca Selanjutnya
Bagikan artikel ini:
Berita Lainnya
berita lainnya