Tahan Emosi, Ibu Harus Selalu Bahagia Saat Bersama Anak
Muhajirin
Selasa, 21 September 2021 - 09:03 WIB
ilustrasi ibu dan anak (foto: langit7.id/istock)
Dokter pakar Neuroparenting Aisah Dahlan mengingatkan, ibu harus selalu bahagia, terutama saat berhadapan dengan anak. Apalagi orang tua menghadapi tantangan besar dalam mendidik dan mengasuh anak di masa pandemi saat ini.
Setiap saat anak-anak selalu bersama orang tua, khususnya ibu di rumah karena aktivitas belajar-mengajar dilakukan secara daring. Kebersamaan setiap hari dalam jangka panjang ini kadang membuat orang tua stress dan risuai. Terlebih lagi ditambah dengan kesibukan WFH dengan tugas berat dari kantor.
“Karenanya, orang tua harus mengedepankan sikap sabar, sadar, dan tawakal dalam mengasuh anak di saat ini,” kata dr Aisah melalui kanal youtube Rahmat TV, dikutip Selasa (21/9/2021).
Perasaan lelah dan emosi merupakan yang wajar sebagai manusia biasa. Akan tetapi, kondisi psikis itu harus dikendalikan dan tidak boleh dibiarkan berlarut-larut, apalagi jika dilampiaskan ke hal negatif. Sabar akan sangat berguna jika berhadapan dengan anak.
“Kendalikan emosi bila lelah itu menyerang. Menaikkan frekuensi otak untuk menjaga imunitas, jangan sampai turun,” ucap dr Aisah.
Cara menaikkan frekuensi otak bisa dilakukan dengan melakukan kegiatan positif. Misalnya kegiatan ibadah seperti membaca Al-Qur’an, berdzikir, bershalawat, dan shalat. Ibadah itu dinilai bisa membuang energy negatif dari dalam diri seseorang.
“Selain itu, juga bersedekah dan sebagainya. Itu bisa mengendalikan emosi dan membuat hati menjadi tenang,” ucap dia.
Setiap saat anak-anak selalu bersama orang tua, khususnya ibu di rumah karena aktivitas belajar-mengajar dilakukan secara daring. Kebersamaan setiap hari dalam jangka panjang ini kadang membuat orang tua stress dan risuai. Terlebih lagi ditambah dengan kesibukan WFH dengan tugas berat dari kantor.
“Karenanya, orang tua harus mengedepankan sikap sabar, sadar, dan tawakal dalam mengasuh anak di saat ini,” kata dr Aisah melalui kanal youtube Rahmat TV, dikutip Selasa (21/9/2021).
Perasaan lelah dan emosi merupakan yang wajar sebagai manusia biasa. Akan tetapi, kondisi psikis itu harus dikendalikan dan tidak boleh dibiarkan berlarut-larut, apalagi jika dilampiaskan ke hal negatif. Sabar akan sangat berguna jika berhadapan dengan anak.
“Kendalikan emosi bila lelah itu menyerang. Menaikkan frekuensi otak untuk menjaga imunitas, jangan sampai turun,” ucap dr Aisah.
Cara menaikkan frekuensi otak bisa dilakukan dengan melakukan kegiatan positif. Misalnya kegiatan ibadah seperti membaca Al-Qur’an, berdzikir, bershalawat, dan shalat. Ibadah itu dinilai bisa membuang energy negatif dari dalam diri seseorang.
“Selain itu, juga bersedekah dan sebagainya. Itu bisa mengendalikan emosi dan membuat hati menjadi tenang,” ucap dia.