Reisa Beberkan Kenapa Banyak Jenis Vaksin di Indonesia
Garry Talentedo Kesawa
Selasa, 21 September 2021 - 09:12 WIB
ilustrasi (foto: iStock)
Juru Bicara Pemerintah untuk Penanganan Covid-19 sekaligus Duta Perubahan Perilaku dr. Reisa Broto Asmoro membeberkan sejumlah alasan kenapa banyak jenis vaksin yang kini beredar di Indonesia.
Reisa mengatakan meski banyak jenis vaksin, namun semua vaksin sudah teruji mutu serta keamanannya karena Badan Pengawas Obat dan Makanan (BPOM) telah memberikan izin penggunaan darurat (Emergency Use Authorization).
"Tidak perlu bingung dan ragu lagi, meskipun macam-macam merek vaksinnya tetapi bagi yang belum vaksin bisa sesegera mungkin ke konter kesehatan terdekat untuk bisa segera divaksin," katanya, seperti dikutip Selasa (21/9).
Reisa mengatakan karena banyaknya permintaan dari berbagai negara termasuk Indonesia, produsen vaksin tidak sanggup menyediakan dalam jumlah besar.
Baca juga:Indonesia Kedatangan Lagi 5 Juta Dosis Vaksin Sinovac
Indonesia saat ini membutuhkan paling tidak 420 juta dosis vaksin untuk dua kali penyuntikan. Hampir setengah miliar dosis vaksin harus tersedia untuk bisa menjangkau seluruh warga Indonesia berjumlah 208.265.720 jiwa.
Hal itu menyebabkan banyak jenis vaksin yang beredar di Indonesia. Ada enam jenis vaksin yang telah diedarkan oleh pemerintah yakni Sinovac, AstraZeneca, Sinopharm, Moderna, Pfizer dan Johnson and Johnson.
Reisa mengatakan meski banyak jenis vaksin, namun semua vaksin sudah teruji mutu serta keamanannya karena Badan Pengawas Obat dan Makanan (BPOM) telah memberikan izin penggunaan darurat (Emergency Use Authorization).
"Tidak perlu bingung dan ragu lagi, meskipun macam-macam merek vaksinnya tetapi bagi yang belum vaksin bisa sesegera mungkin ke konter kesehatan terdekat untuk bisa segera divaksin," katanya, seperti dikutip Selasa (21/9).
Reisa mengatakan karena banyaknya permintaan dari berbagai negara termasuk Indonesia, produsen vaksin tidak sanggup menyediakan dalam jumlah besar.
Baca juga:Indonesia Kedatangan Lagi 5 Juta Dosis Vaksin Sinovac
Indonesia saat ini membutuhkan paling tidak 420 juta dosis vaksin untuk dua kali penyuntikan. Hampir setengah miliar dosis vaksin harus tersedia untuk bisa menjangkau seluruh warga Indonesia berjumlah 208.265.720 jiwa.
Hal itu menyebabkan banyak jenis vaksin yang beredar di Indonesia. Ada enam jenis vaksin yang telah diedarkan oleh pemerintah yakni Sinovac, AstraZeneca, Sinopharm, Moderna, Pfizer dan Johnson and Johnson.