Mengenang Chaerul Rasyid, Jenderal Polisi yang Tolak Rp18 M dari Bos Togel
Arif purniawan
Selasa, 21 September 2021 - 15:31 WIB
Buku Jejak Langkah Chaerul Rasyid, Sebuah Romantika, Pengabdian, Tugas dan Jabatan. Foto: istimewa
Inspektur Jenderal Pol Chaerul Rasyid telah wafat. Ia menghembuskan napas terakhir pada 6 Maret 2016 di Rumah Sakit Pertamina Jakarta. Mantan Gubernur Akademi Kepolisian (Akpol) tersebut meninggal dunia pada usia 67 tahun. Diduga akibat serangan jantung.
Meski sudah tiada, namun kebijakan beliau dalam memerangi judi togel saat menjabat Kapolda Jawa Tengah dalam kurun waktu 2004-2005, bisa menjadi teladan bagi anggota polisi yang lain. Saat almarhum menjadi Kapolda, Jawa Tengah pernah terbebas dari togel. Bahkan, bandar togel yang disebut-sebut bernama Aseng, dikabarkan lari tunggang langgang ke luar negeri.
Dalam buku Jejak Langkah Chaerul Rasyid di Jawa Tengah, “Sebuah Romantika, Pengabdian, Tugas dan Jabatan“ berisi pandangan sejumlah tokoh mengenai sepak terjang mantan Kapolda Aceh tersebut, baik dari seniman, ulama, pendidik, kalangan pers, legislatif, termasuk dalang Ki Enthus Susmono. Buku itu mengungkap beberapa fakta yang jarang diketahui publik.
“Lihat Pak Enthus, seragam yang saya pakai ini banyak atribut yang menempel. Apakah seragam begitu akan dikotori oeh saya karena memakan uang haram dan uang togel/perjudian?,” kata Chaerul Rasyid saat menerima kunjungan Dalang Ki Enthus Susmono.
Baca juga:Mengenang Ustadz Alex alias Armand, Guru Ngaji Penggerak Syiar Islam
Pada waktu itu, Kapolda Jateng terbuka sekali. Tawaran yang akan diberikan kepada bos judi di Jateng ini Rp18 miliar. Tapi kapolda bergeming. Kenapa? Selain alasan agama, Kapolda juga merasa malu dengan anak dan menantu!.
Ki Enthus Susmono terdiam, tidak mengeluarkan sepatah katapun. Tapi ia yakin Kapolda jujur. Karena kalau berbohong, pak Chaerul akan berhadapan dengan diri sendiri dan Tuhan.
Meski sudah tiada, namun kebijakan beliau dalam memerangi judi togel saat menjabat Kapolda Jawa Tengah dalam kurun waktu 2004-2005, bisa menjadi teladan bagi anggota polisi yang lain. Saat almarhum menjadi Kapolda, Jawa Tengah pernah terbebas dari togel. Bahkan, bandar togel yang disebut-sebut bernama Aseng, dikabarkan lari tunggang langgang ke luar negeri.
Dalam buku Jejak Langkah Chaerul Rasyid di Jawa Tengah, “Sebuah Romantika, Pengabdian, Tugas dan Jabatan“ berisi pandangan sejumlah tokoh mengenai sepak terjang mantan Kapolda Aceh tersebut, baik dari seniman, ulama, pendidik, kalangan pers, legislatif, termasuk dalang Ki Enthus Susmono. Buku itu mengungkap beberapa fakta yang jarang diketahui publik.
“Lihat Pak Enthus, seragam yang saya pakai ini banyak atribut yang menempel. Apakah seragam begitu akan dikotori oeh saya karena memakan uang haram dan uang togel/perjudian?,” kata Chaerul Rasyid saat menerima kunjungan Dalang Ki Enthus Susmono.
Baca juga:Mengenang Ustadz Alex alias Armand, Guru Ngaji Penggerak Syiar Islam
Pada waktu itu, Kapolda Jateng terbuka sekali. Tawaran yang akan diberikan kepada bos judi di Jateng ini Rp18 miliar. Tapi kapolda bergeming. Kenapa? Selain alasan agama, Kapolda juga merasa malu dengan anak dan menantu!.
Ki Enthus Susmono terdiam, tidak mengeluarkan sepatah katapun. Tapi ia yakin Kapolda jujur. Karena kalau berbohong, pak Chaerul akan berhadapan dengan diri sendiri dan Tuhan.