Pemerintah Perkuat Industri Furnitur Guna Pulihkan Ekonomi Nasional
Mahmuda attar
Selasa, 21 September 2021 - 17:15 WIB
Salah satu jenis furnitur ekspor Indonesia. Foto: Langit7/istock
Produk industri furnitur dan kerajinan tangan menjadi salah satu komoditas ekspor unggulan Indonesia. Hasil produksi industri furnitur di tanah air menjadi andalan karena terkenal dengan kualitas internasional. Furnitur Indonesia diyakini mendominasi di pasar global.
“Produk mebel dan kerajinan Indonesia adalah salah satu komoditas ekspor andalan Indonesia yang telah diakui kualitasnya secara internasional. Yang tak kalah membanggakan, produk mebel dan kerajinan Indonesia kini sudah mendominasi pasar global, mulai dari Amerika Serikat, Timur Tengah, hingga Jepang,” jelas Menteri perdagangan, Muhammad Lutfi secara virtual dalam Indonesia International Furniture Expo (IFEX) Virtual Showroom 2021, yang diresmikan Presiden RI Joko Widodo, Senin (20/9).
Baca juga:Wapres Minta Kemitraan Pelaku Usaha Tidak Sekadar CSR
Selama periode Januari-Agustus 2021, nilai ekspor produk furnitur Indonesia mengalami kenaikan sebesar 29 persen, menjadi USD1,88 miliar dibandingkan dengan periode yang sama tahun lalu (yoy). Lutfi berharap, IFEX 2021 dapat berjalan dengan sukses dan dapat mendorong pemulihan ekonomi.
Sementar itu, diwaktu yang sama, Menteri Perindustrian, Agus Gumiwang Kartasasmita mengatakan, industri furnitur sebagai sektor padat karya yang berorientasi ekpsor memiliki peran penting dalam memberikan kontribusi terhadap upaya pemulihan ekonomi nasional.
Pada triwulan I tahun 2021, kinerja industri furnitur mampu bangkit dan tumbuh positif sebesar 8,04 persen setelah pada periode yang sama tahun lalu mengalami kontraksi 7,28 persen akibat dampak pandemi Covid-19. Sedangkan subsektor industri kayu, barang dari kayu, rotan dan furnitur menyumbangkan sebesar 2,60 persen terhadap pertumbuhan kelompok industri agro.
“Artinya, industri furnitur dan kerajinan terbukti memiliki tingkat resiliensi yang tinggi di saat pandemi,” ujarnya.
“Produk mebel dan kerajinan Indonesia adalah salah satu komoditas ekspor andalan Indonesia yang telah diakui kualitasnya secara internasional. Yang tak kalah membanggakan, produk mebel dan kerajinan Indonesia kini sudah mendominasi pasar global, mulai dari Amerika Serikat, Timur Tengah, hingga Jepang,” jelas Menteri perdagangan, Muhammad Lutfi secara virtual dalam Indonesia International Furniture Expo (IFEX) Virtual Showroom 2021, yang diresmikan Presiden RI Joko Widodo, Senin (20/9).
Baca juga:Wapres Minta Kemitraan Pelaku Usaha Tidak Sekadar CSR
Selama periode Januari-Agustus 2021, nilai ekspor produk furnitur Indonesia mengalami kenaikan sebesar 29 persen, menjadi USD1,88 miliar dibandingkan dengan periode yang sama tahun lalu (yoy). Lutfi berharap, IFEX 2021 dapat berjalan dengan sukses dan dapat mendorong pemulihan ekonomi.
Sementar itu, diwaktu yang sama, Menteri Perindustrian, Agus Gumiwang Kartasasmita mengatakan, industri furnitur sebagai sektor padat karya yang berorientasi ekpsor memiliki peran penting dalam memberikan kontribusi terhadap upaya pemulihan ekonomi nasional.
Pada triwulan I tahun 2021, kinerja industri furnitur mampu bangkit dan tumbuh positif sebesar 8,04 persen setelah pada periode yang sama tahun lalu mengalami kontraksi 7,28 persen akibat dampak pandemi Covid-19. Sedangkan subsektor industri kayu, barang dari kayu, rotan dan furnitur menyumbangkan sebesar 2,60 persen terhadap pertumbuhan kelompok industri agro.
“Artinya, industri furnitur dan kerajinan terbukti memiliki tingkat resiliensi yang tinggi di saat pandemi,” ujarnya.