Surat Edaran Bersama Pembelajaran Masa Ramadhan Diteken, DPR Minta Perhatikan Kearifan Lokal
Tim langit 7
Kamis, 23 Januari 2025 - 04:00 WIB
ilustrasi
Surat Edaran Bersama (SEB) Pembelajaran Ramadhan resmi diteken. Wakil Ketua Komisi X DPR RI Lalu Hadriani Irfani menilai SEB Pembelajaran Ramadhan harus memperhatikan kearifan lokal.
“Surat edaran pembelajaran Ramadhan harus menyesuaikan dengan kearifan lokal di masing-masing daerah misalnya di kawasan Bali. Bagi peserta didik yang bergama selain Islam bisa melakukan kegiatan bimbingan rohani dan kegiatan keagamaan sesuai dengan agama dan kepercayaan masing-masing,” ujar Lalu Hadriani Irfani.
Dia mengatakan terbit SE Pembelajaran Masa Ramadhan mengakhiri polemik tentang model pembelajaran peserta didik selama Ramadan.
Menurutnya, SEB ini merupakan solusi terbaik bagi siswa di bulan Ramadhan. Siswa seharusnya tetap produktif di bulan Ramadhan. “SEB ini juga membuat orang tua tidak gelisah karena sudah mendapatkan kepastian bagaimana anak-anak tetap belajar selama bulan Ramadhan ,” katanya.
Pria yang akrab disapa Lalu Ari ini menilai momentum Ramadhan memang tepat untuk meningkatkan pendidikan karakter dan pengetahuan keagamaan. Dengan pola masa belajar di rumah dan di sekolah yang seimbang maka peserta didik diharapkan mendapatkan momentum meningkatkan pengetahuan keagamaan.
Baca juga:Hal-Hal yang Diatur Pemerintah Terkait Libur Sekolah Saat Ramadhan
“Porsi pengetahuan umum dikurangi tapi pendidikan karakter dan keagamaan perlu ditingkatkan selama bulan Ramadhan,” ujarnya.
“Surat edaran pembelajaran Ramadhan harus menyesuaikan dengan kearifan lokal di masing-masing daerah misalnya di kawasan Bali. Bagi peserta didik yang bergama selain Islam bisa melakukan kegiatan bimbingan rohani dan kegiatan keagamaan sesuai dengan agama dan kepercayaan masing-masing,” ujar Lalu Hadriani Irfani.
Dia mengatakan terbit SE Pembelajaran Masa Ramadhan mengakhiri polemik tentang model pembelajaran peserta didik selama Ramadan.
Menurutnya, SEB ini merupakan solusi terbaik bagi siswa di bulan Ramadhan. Siswa seharusnya tetap produktif di bulan Ramadhan. “SEB ini juga membuat orang tua tidak gelisah karena sudah mendapatkan kepastian bagaimana anak-anak tetap belajar selama bulan Ramadhan ,” katanya.
Pria yang akrab disapa Lalu Ari ini menilai momentum Ramadhan memang tepat untuk meningkatkan pendidikan karakter dan pengetahuan keagamaan. Dengan pola masa belajar di rumah dan di sekolah yang seimbang maka peserta didik diharapkan mendapatkan momentum meningkatkan pengetahuan keagamaan.
Baca juga:Hal-Hal yang Diatur Pemerintah Terkait Libur Sekolah Saat Ramadhan
“Porsi pengetahuan umum dikurangi tapi pendidikan karakter dan keagamaan perlu ditingkatkan selama bulan Ramadhan,” ujarnya.