Cucu Tertua BJ Habibie, Nadia Sofia Ungkap Pesan Terakhir Sang Eyang
Esti setiyowati
Jum'at, 24 Januari 2025 - 11:32 WIB
Nadia Sofia Putri Dahlia, cucu sulung BJ Habibie mengungkapkan pesan terakhir dari sang kakek. Foto: Instagram/nadiashabibie.
Presiden ke-3 RI, Bacharuddin Jusuf Habibie (BJ Habibie) dikenal sebagai sosok teknokrat Muslim dengan kontribusi yang besar bagi bangsa dan negara.
Selain memberikan warisan di dunia sains, seperti Crack Progression Theory yang dianggap sangat penting dalam dunia penerbangan, Habibie juga menelurkan pemikiran-pemikiran yang inspiratif.
Hal ini diakui oleh cucu tertua Habibie, Nadia Sofia Putri Dahlia atau Nadia Habibie. Ada satu pesan khusus dari sang kakek yang begitu terpatri dalam benak Nadia Sofia.
Baca juga: Wisma Habibie Ainun Dibuka untuk Umum, Berikan Pengalaman Sejarah dan Budaya
"Eyang selalu bilang, 'Apa gunanya menjadi unggul kalau saya tidak bisa memberi kembali ke keluarga, masyarakat, dan negara?'" kata Nadia dalam unggahan di Instagram, dikutip Jumat (24/1/2025).
Sejak Habibie wafat, pesan tersebut justru terus terngiang dalam benak Nadia. Ia merasakan bahwa pesan sang eyang seolah membuka cara pandang baru, yaitu untuk menjalani hari seolah esok adalah hari terakhir untuknya.
"Harapan aku adalah menjalani setiap hari seperti Eyang, menjalani hidup sepenuhnya, dengan sadar bahwa mungkin besok adalah hari terakhir,"
Selain memberikan warisan di dunia sains, seperti Crack Progression Theory yang dianggap sangat penting dalam dunia penerbangan, Habibie juga menelurkan pemikiran-pemikiran yang inspiratif.
Hal ini diakui oleh cucu tertua Habibie, Nadia Sofia Putri Dahlia atau Nadia Habibie. Ada satu pesan khusus dari sang kakek yang begitu terpatri dalam benak Nadia Sofia.
Baca juga: Wisma Habibie Ainun Dibuka untuk Umum, Berikan Pengalaman Sejarah dan Budaya
"Eyang selalu bilang, 'Apa gunanya menjadi unggul kalau saya tidak bisa memberi kembali ke keluarga, masyarakat, dan negara?'" kata Nadia dalam unggahan di Instagram, dikutip Jumat (24/1/2025).
Sejak Habibie wafat, pesan tersebut justru terus terngiang dalam benak Nadia. Ia merasakan bahwa pesan sang eyang seolah membuka cara pandang baru, yaitu untuk menjalani hari seolah esok adalah hari terakhir untuknya.
"Harapan aku adalah menjalani setiap hari seperti Eyang, menjalani hidup sepenuhnya, dengan sadar bahwa mungkin besok adalah hari terakhir,"