Selain memberikan warisan di dunia sains, seperti Crack Progression Theory yang dianggap sangat penting dalam dunia penerbangan, Habibie juga menelurkan pemikiran-pemikiran yang inspiratif.
Hal ini diakui oleh cucu tertua Habibie, Nadia Sofia Putri Dahlia atau Nadia Habibie. Ada satu pesan khusus dari sang kakek yang begitu terpatri dalam benak Nadia Sofia.
"Eyang selalu bilang, 'Apa gunanya menjadi unggul kalau saya tidak bisa memberi kembali ke keluarga, masyarakat, dan negara?'" kata Nadia dalam unggahan di Instagram, dikutip Jumat (24/1/2025).
Sejak Habibie wafat, pesan tersebut justru terus terngiang dalam benak Nadia. Ia merasakan bahwa pesan sang eyang seolah membuka cara pandang baru, yaitu untuk menjalani hari seolah esok adalah hari terakhir untuknya.
"Harapan aku adalah menjalani setiap hari seperti Eyang, menjalani hidup sepenuhnya, dengan sadar bahwa mungkin besok adalah hari terakhir,"
"Karena, seperti Eyang, ketika aku menutup mata untuk selamanya, aku ingin tahu kalau aku sudah memberikan segalanya—seluruh diri aku—untuk keluarga, masyarakat, dan negara," lanjut putri sulung dari Ilham A. Habibie ini.
Nadia menemukan makna "memberi" dari pesan kakeknya di Wisma Habibie dan Ainun (WHA), kediaman BJ Habibie yang kini dibuka untuk masyarakat umum.
Di tempat ini Nadia ingin berbagi kenangannya saat bersama kedua eyangnya, Habibie dan Ainun, kepada masyarakat luas, khususnya generasi yang lebih muda darinya.
"Aku menemukan makna itu di @wismahabibieainun —tempat di mana aku bisa mengenang Eyang Kakung dan Eyang Putri, sekaligus berbagi cerita tentang kedua sosok luar biasa ke berbagai generasi, termasuk generasi aku dan yang lebih muda," kata istri dari Satya Djojosoegito.
Dibukanya WHA untuk umum adalah langkah besar untuk mengenalkan kehidupan dan warisan BJ Habibie pada publik. Wisma Habibie dan Ainun menjadi simbol warisan keluarga yang memiliki makna mendalam bagi Indonesia.
"Harapan aku adalah membantu memperpanjang legacy Eyang berdua dengan caraku, agar mereka selalu diingat penuh cinta, dan semakin banyak orang yang menghargai pengorbanan, dedikasi, dan kasih sayang yang telah mereka berikan untuk begitu banyak orang," tutupnya.
Sebagai informasi, kediaman BJ Habibie resmi dibuka untuk umum pada 16 Januari 2025 lalu. Rumah yang dikenal dengan sebutan Wisma Habibie dan Ainun (WHA) itu kini bebas dikunjungi masyarakat yang ingin mengenal lebih dekat kehidupan dan warisan BJ Habibie.
Katakanlah, “Sesungguhnya kematian yang kamu lari dari padanya, ia pasti menemui kamu, kemudian kamu akan dikembalikan kepada (Allah), yang mengetahui yang gaib dan yang nyata, lalu Dia beritakan kepadamu apa yang telah kamu kerjakan.”