LANGIT7.ID-Jakarta; Ada cerita menarik tentang mantan Presiden Habibie. Pengamat sosial ekonomi dan keagamaan, Dr Anwar Abbas mengisahkan saat Habibie mendapat kepercayaan dari Presiden Soeharto menjadi Menteri Riset dan Teknologi namanya mendadak mencuat karena gagasannya untuk membangun industri pesawat terbang kelas dunia di Bandung. Namun, lanjut Abbas mengisahkan, salah seorang pengusaha dan pedagang besar waktu itu bilang untuk apa membuat industri padat modal seperti itu, lebih baik indonesia beli saja ke perusahaan pembuat kapal terbang yang ada, harganya bisa lebih murah.
Menurut Abbas, demikianlah perbedaan mentality dan cara pandang pedagang besar dengan cara pandang industriawan. "Bagi pedagang bagaimana dia bisa membeli produk yang sudah ada kemudian menjualnya dan dalam jangka pendek bisa dapat untung. Berbeda halnya dengan pejabat publik yang memiliki mentality industriawan dan punya nasionalisme tinggi. Orientasinya tidak hanya bersifat jangka pendek tapi lebih bersifat jangka panjang," ujar Abbas yang juga wakil Ketum MUI ini.
Dijelaskan Abbas, cara pandang industriawan seperti Habibie yang berorentasi jangka panjang, memiliki makna bagaimana dia bisa membangun dan mengembangkan inovasi, agar usahanya tumbuh menjadi bisnis berskala besar dan berkelas dunia. Caranya, ya dia harus berani menghadapi risiko ( risk taker) secara terkelola, dan memandang masalah yang dihadapinya sebagai peluang. "Disinilah kita lihat menariknya sosok Habibie dimana dia selain seorang pemimpin juga memiliki mentality sebagai seorang industriawan, sehingga yang dipikirkannya tidak hanya keadaan bangsanya hari ini saja tapi bagaimana dia bisa memberikan manfaat yang sebesar-besarnya bagi rakyatnya dalam jangka pendek, menengah dan panjang baik dalam bidang ekonomi, politik, pendidikan dan ilmu pengetahuan," tandasnya.
Karena itu, ujarnya, bagi Habibie jika Indonesia mau maju maka negara ini harus membangun dirinya berbasis ilmu pengetahuan dan teknologi. "Sebab jika kita bisa menguasai ilmu pengetahuan dan teknologi kata Habibie maka kita akan bisa menguasai ekonomi dan politik dunia. Itulah yang telah dilakukan oleh Jepang, Korea Selatan dan China," ujarnya.
Bagaimana dengan indonesia ? Kata Abbas,"Kita tentu saja butuh pemimpin yang visioner seperti Habibie yang ingin mengangkat harkat dan martabat bangsanya di mata dunia. Dan Purbaya mungkin bisa diharapkan menjadi salah satu tokoh yang dapat mengorkestrasi seperti apa yang dilakukan Habibie. Jadi kita berharap pada Purbaya."(*)
(lam)