MUI: Konsentrasi Kekuasaan dan Modal di Tangan Prabowo Bisa Berujung Tyranni dan Kezhaliman
Tim langit 7
Ahad, 26 Januari 2025 - 16:48 WIB
MUI: Konsentrasi Kekuasaan dan Modal di Tangan Prabowo Bisa Berujung Tyranni dan Kezhaliman
LANGIT7.ID-Jakarta; Wakil Ketua Umum Majelis Ulama Indonesia (MUI), Anwar Abbas, mengingatkan potensi bahaya dari konsentrasi kekuatan ekonomi dan politik di tangan satu orang atau kelompok yang akan melahirkan tyranni atau kezhaliman, mengutip pemikiran peraih Nobel Ekonomi Milton Friedman. Peringatan ini muncul dalam konteks naiknya Prabowo Subianto sebagai pemenang Pilpres 2024.
Abbas memaparkan bahwa ketika pengusaha memiliki kekuatan politik, mereka cenderung menggunakan pengaruhnya untuk mendapatkan keuntungan maksimal melalui perlindungan hukum, fasilitas, dan keamanan dari penguasa. Hubungan timbal balik ini dapat menciptakan situasi di mana penguasa menjadi "centeng" atau "kacung" dari kepentingan bisnis.
"Akibatnya banyak peraturan dan kebijakan yang dibuat oleh sang penguasa benar-benar tampak lebih berpihak kepada kepentingan sang pengusaha atau pemilik kapital sementara kepentingan dan hak-hak rakyat banyak menjadi terabaikan," ujar Abbas dalam keterangannya, Minggu (26/1/2025).
Baca juga: Renungan akhir tahun: Prabowo dan Pemberantasan Korupsi, Antara Harapan Dan Kenyataan
Ancaman Terhadap Demokrasi dan HAM
Pengamat sosial ekonomi dan keagamaan ini juga menyoroti potensi penindasan terhadap suara kritis masyarakat. Menurutnya, ketika rakyat memprotes kebijakan yang tidak berpihak, aparat keamanan seringkali bertindak represif dengan "menyepak dan menendang serta memukuli dan menyeret para pendemo" hingga menciptakan ketakutan di masyarakat.
Harapan dan Kekhawatiran Publik
Abbas memaparkan bahwa ketika pengusaha memiliki kekuatan politik, mereka cenderung menggunakan pengaruhnya untuk mendapatkan keuntungan maksimal melalui perlindungan hukum, fasilitas, dan keamanan dari penguasa. Hubungan timbal balik ini dapat menciptakan situasi di mana penguasa menjadi "centeng" atau "kacung" dari kepentingan bisnis.
"Akibatnya banyak peraturan dan kebijakan yang dibuat oleh sang penguasa benar-benar tampak lebih berpihak kepada kepentingan sang pengusaha atau pemilik kapital sementara kepentingan dan hak-hak rakyat banyak menjadi terabaikan," ujar Abbas dalam keterangannya, Minggu (26/1/2025).
Baca juga: Renungan akhir tahun: Prabowo dan Pemberantasan Korupsi, Antara Harapan Dan Kenyataan
Ancaman Terhadap Demokrasi dan HAM
Pengamat sosial ekonomi dan keagamaan ini juga menyoroti potensi penindasan terhadap suara kritis masyarakat. Menurutnya, ketika rakyat memprotes kebijakan yang tidak berpihak, aparat keamanan seringkali bertindak represif dengan "menyepak dan menendang serta memukuli dan menyeret para pendemo" hingga menciptakan ketakutan di masyarakat.
Harapan dan Kekhawatiran Publik