Pakar Sebut Tubuh akan Mengingat Virus Meski Antibodi Hilang
Garry Talentedo Kesawa
Selasa, 21 September 2021 - 19:46 WIB
Vaksinasi Covid-19. Mesti antibodi dari vaksin hilang, tubuh masih memiliki memori yang diperlukan untuk memerangi virus Foto: Langit7.id/IStock
Tubuh manusia tetap dapat mengingat virus meskipun antibodi dalam tubuh telah menghilang.
Pendapat itu disampaikan oleh Kepala Laboratorium Pusat Diagnostik dan Riset Penyakit Infeksi Fakultas Kedokteran Universitas Andalas Andani Eka Putraalam webinar “Salah Kaprah Soal Vaksinasi dan Pembentukan Anti bodi yang diikuti secara daring di Jakarta, Selasa (21/9/2021)
“Jadi apabila antibodi tersebut habis tidak masalah. Karena ada sel-sel memori atau sel pengingat yang akan menghasilkan antibodi yang lebih cepat dan banyak dibanding dihasilkan di awal,” kata Andani.
Dalam tubuh manusia, paparnya, terdapat sel-sel yang dinamakan Antigen Presenting Cell (APC) yang bertugas menanggapi setiap virus, antigen dan protein asing yang masuk ke dalam tubuh.
Setelah sel-sel itu mengidentifikasi virus, maka memori itu akan diteruskan pada sistem imun yang sesungguhnya, yakni sistem imun adaptif yang memiliki dua jenis sel, yaitu sel T dan sel B.
Melalui sel T dan sel B, tubuh akan menyimpan memori terhadap suatu virus atau cairan vaksin yang masuk dalam tubuh.
“Saya ulangi pada waktu kita dikasih vaksin, partikel-partikel atau bahan-bahan tadi akan ditangkap oleh sel-sel yang berfungsi untuk memperkenalkan protein dan virus tadi kepada sel imun yang sebenarnya. Sel imun yang sebenarnya adalah sel T dan sel B,” ujar dia.
Pendapat itu disampaikan oleh Kepala Laboratorium Pusat Diagnostik dan Riset Penyakit Infeksi Fakultas Kedokteran Universitas Andalas Andani Eka Putraalam webinar “Salah Kaprah Soal Vaksinasi dan Pembentukan Anti bodi yang diikuti secara daring di Jakarta, Selasa (21/9/2021)
“Jadi apabila antibodi tersebut habis tidak masalah. Karena ada sel-sel memori atau sel pengingat yang akan menghasilkan antibodi yang lebih cepat dan banyak dibanding dihasilkan di awal,” kata Andani.
Dalam tubuh manusia, paparnya, terdapat sel-sel yang dinamakan Antigen Presenting Cell (APC) yang bertugas menanggapi setiap virus, antigen dan protein asing yang masuk ke dalam tubuh.
Setelah sel-sel itu mengidentifikasi virus, maka memori itu akan diteruskan pada sistem imun yang sesungguhnya, yakni sistem imun adaptif yang memiliki dua jenis sel, yaitu sel T dan sel B.
Melalui sel T dan sel B, tubuh akan menyimpan memori terhadap suatu virus atau cairan vaksin yang masuk dalam tubuh.
“Saya ulangi pada waktu kita dikasih vaksin, partikel-partikel atau bahan-bahan tadi akan ditangkap oleh sel-sel yang berfungsi untuk memperkenalkan protein dan virus tadi kepada sel imun yang sebenarnya. Sel imun yang sebenarnya adalah sel T dan sel B,” ujar dia.