Teror Anti Islam di Sekolah dan Masjid London, Polisi Janji Atasi Segera
Lusi mahgriefie
Senin, 27 Januari 2025 - 16:25 WIB
Masjid Leyton Jamia yang menjadi target teror pada Kamis 23 Januari 2025 lalu. Foto: Skynews
Para jamaah di Masjid Stratford dan Masjid Leyton Jamia, London, Inggris mengadukan ke pihak berwajib dan media bahwa bangunan mereka telah dirusak dengan teror berupa grafiti anti-Islam. Selama Januari ini, sebanyak 7 bangunan berupa masjid dan sekolah menjadi sasaran aksi teror grafiti tersebut.
Atas kejadian itu, Wakil Asisten Komisioner Met Jon Savell mengatakan, “Kami memahami bahwa komunitas Muslim akan merasa sangat prihatin atas keselamatan mereka setelah serangkaian kejahatan rasial yang mengejutkan ini," ujarnya melansir Skynews, dilihat Senin (27/1/2025).
Ia menambahkan, kebencian tidak mempunyai tempat di jalanan mereka. "Mengatasinya adalah inti dari upaya kita untuk membuat warga London dari semua latar belakang dan komunitas merasa aman. Petugas lokal kami akan terus bekerja dengan tokoh masyarakat dan memastikan bahwa penyelidikan menyeluruh sedang dilakukan”.
Pernyataan dari Asosiasi Islam Stratford kepada Sky News mengatakan: “Masjid kami telah menjadi bagian dari komunitas ini sejak tahun 1993, dan selama ini, kami hanya mengetahui kebaikan dan rasa hormat dari tetangga kami."
“Kami bangga menjadi bagian integral dari komunitas ini, dan hari ini, kami sangat tersentuh oleh dukungan luar biasa dari orang-orang dari berbagai latar belakang,” ujarnya lagi.
Ia menambahkan, Dewan dan polisi mendukung mereka dan ia benar-benar berterima kasih atas tanggapan mereka yang cepat dan penuh kasih.
“Mereka yang bertanggung jawab atas tindakan kebencian ini hanya mempermalukan diri mereka sendiri. Ini bukan tindakan berdasarkan keyakinan, ini adalah tindakan pengecut. Namun mereka tidak akan mengintimidasi kami. Kami tidak akan hidup dalam ketakutan. Bersama-sama, sebagai komunitas yang bersatu, kami akan berdiri tegar."
Atas kejadian itu, Wakil Asisten Komisioner Met Jon Savell mengatakan, “Kami memahami bahwa komunitas Muslim akan merasa sangat prihatin atas keselamatan mereka setelah serangkaian kejahatan rasial yang mengejutkan ini," ujarnya melansir Skynews, dilihat Senin (27/1/2025).
Ia menambahkan, kebencian tidak mempunyai tempat di jalanan mereka. "Mengatasinya adalah inti dari upaya kita untuk membuat warga London dari semua latar belakang dan komunitas merasa aman. Petugas lokal kami akan terus bekerja dengan tokoh masyarakat dan memastikan bahwa penyelidikan menyeluruh sedang dilakukan”.
Pernyataan dari Asosiasi Islam Stratford kepada Sky News mengatakan: “Masjid kami telah menjadi bagian dari komunitas ini sejak tahun 1993, dan selama ini, kami hanya mengetahui kebaikan dan rasa hormat dari tetangga kami."
“Kami bangga menjadi bagian integral dari komunitas ini, dan hari ini, kami sangat tersentuh oleh dukungan luar biasa dari orang-orang dari berbagai latar belakang,” ujarnya lagi.
Ia menambahkan, Dewan dan polisi mendukung mereka dan ia benar-benar berterima kasih atas tanggapan mereka yang cepat dan penuh kasih.
“Mereka yang bertanggung jawab atas tindakan kebencian ini hanya mempermalukan diri mereka sendiri. Ini bukan tindakan berdasarkan keyakinan, ini adalah tindakan pengecut. Namun mereka tidak akan mengintimidasi kami. Kami tidak akan hidup dalam ketakutan. Bersama-sama, sebagai komunitas yang bersatu, kami akan berdiri tegar."