Lewat Santri, Bangsa Indonesia Miliki Karakter Kuat
Ahmad zuhdi
Selasa, 21 September 2021 - 20:44 WIB
Pondok Modern Darussalam Gontor. Foto: gontor.ac.id
Santri adalah aset luar biasa yang dimiliki Indonesia. Dari para santri inilah, bangsa Indonesia memiliki karakter yang kuat sekaligus mampu mempertahankan persatuan dan kesatuan di tengah perbedaan.
Menteri Agama Yaqut Cholil Qoumas saat meluncurkan tema dan logo peringatan Hari Santri 2021 di Gedung Kementerian Agama, Jakarta Pusat, Selasa (21/9/2021). Tahun ini, tema Hari Santri adalah 'Santri Siaga Jiwa Raga'.
Baca Juga:Pemprov Jateng Siapkan Perda Dana Pesantren
“Ini sebagai bentuk pernyataan sikap santri Indonesia agar selalu siap siaga menyerahkan jiwa dan raga untuk membela tanah air, mempertahankan persatuan Indonesia, dan mewujudkan perdamaian dunia. Siaga Jiwa Raga juga merupakan komitmen seumur hidup santri untuk membela tanah air yang lahir dari sifat santun, rendah hati, pengalaman, dan tempaan santri selama di pesantren,” ujar Yaqut.
Lebih lanjut,Yaqut menegaskan, Siaga Jiwa bermakna santri tidak lengah menjaga kesucian hati dan akhlak. Termasuk berpegang teguh pada akidah, nilai, dan ajaran Islam rahmatan lil’alamin serta tradisi luhur bangsa Indonesia.
Santri tidak akan pernah memberikan celah terhadap ancaman ideologi yang dapat merusak pemikiran dan komitmen terhadap persatuan dan kesatuan Indonesia. Siaga Raga berarti badan, tubuh, tenaga, dan buah karya santri didedikasikan untuk Indonesia. Karenanya, santri tidak pernah lelah berusaha dan terus berkarya untuk Indonesia.
Baca Juga:Yaqut Cholil Qoumas: Pemerintah Perlancar Akses Produk Halal UMK ke Pasar Internasional
Menteri Agama Yaqut Cholil Qoumas saat meluncurkan tema dan logo peringatan Hari Santri 2021 di Gedung Kementerian Agama, Jakarta Pusat, Selasa (21/9/2021). Tahun ini, tema Hari Santri adalah 'Santri Siaga Jiwa Raga'.
Baca Juga:Pemprov Jateng Siapkan Perda Dana Pesantren
“Ini sebagai bentuk pernyataan sikap santri Indonesia agar selalu siap siaga menyerahkan jiwa dan raga untuk membela tanah air, mempertahankan persatuan Indonesia, dan mewujudkan perdamaian dunia. Siaga Jiwa Raga juga merupakan komitmen seumur hidup santri untuk membela tanah air yang lahir dari sifat santun, rendah hati, pengalaman, dan tempaan santri selama di pesantren,” ujar Yaqut.
Lebih lanjut,Yaqut menegaskan, Siaga Jiwa bermakna santri tidak lengah menjaga kesucian hati dan akhlak. Termasuk berpegang teguh pada akidah, nilai, dan ajaran Islam rahmatan lil’alamin serta tradisi luhur bangsa Indonesia.
Santri tidak akan pernah memberikan celah terhadap ancaman ideologi yang dapat merusak pemikiran dan komitmen terhadap persatuan dan kesatuan Indonesia. Siaga Raga berarti badan, tubuh, tenaga, dan buah karya santri didedikasikan untuk Indonesia. Karenanya, santri tidak pernah lelah berusaha dan terus berkarya untuk Indonesia.
Baca Juga:Yaqut Cholil Qoumas: Pemerintah Perlancar Akses Produk Halal UMK ke Pasar Internasional