home wirausaha syariah

Indonesia Kalahkan Prancis dan Inggris dalam Peringkat Ekonomi Global 2024

Selasa, 28 Januari 2025 - 17:36 WIB
Indonesia Kalahkan Prancis dan Inggris dalam Peringkat Ekonomi Global 2024
LANGIT7.ID-Jakarta; Pergeseran kekuatan ekonomi global kembali terjadi di awal 2024, dimana Indonesia berhasil mengukuhkan posisinya di atas dua kekuatan ekonomi tradisional Eropa, Prancis dan Inggris. Data International Monetary Fund (IMF) per 28 Januari 2025 mencatat Produk Domestik Bruto (PDB) Indonesia berdasarkan paritas daya beli (PPP) mencapai USD4,66 triliun, melampaui Prancis di posisi kesembilan dengan USD4,36 triliun dan Inggris di posisi kesepuluh dengan USD4,28 triliun.

Keberhasilan Indonesia mengalahkan dua negara anggota G7 ini semakin mempertegas pergeseran pusat gravitasi ekonomi dunia dari Barat ke Asia. Dalam daftar 10 besar ekonomi dunia versi IMF, Asia kini diwakili oleh empat negara: China, India, Jepang, dan Indonesia.

Capaian Indonesia ini lebih mengesankan mengingat Prancis dan Inggris merupakan negara industri maju dengan pendapatan per kapita jauh lebih tinggi. Keunggulan Indonesia terutama ditopang oleh besarnya pasar domestik dan populasi yang produktif, dibandingkan kedua negara Eropa tersebut yang menghadapi tantangan penuaan penduduk.

Meski demikian, tantangan Indonesia ke depan tidak ringan. Bank Indonesia (BI) baru saja merevisi ke bawah proyeksi pertumbuhan ekonomi 2025 menjadi 4,7-5,5 persen dari sebelumnya 4,8-5,6 persen, terutama karena pelemahan ekspor akibat melambatnya permintaan dari negara-negara mitra dagang utama.

Berdasarkan data IMF, China masih memimpin sebagai ekonomi terbesar dunia dengan PDB senilai USD37,07 triliun, diikuti Amerika Serikat di posisi kedua dengan USD29,17 triliun. India menempati posisi ketiga dengan PDB sebesar USD17,36 triliun.

Rusia berada di posisi keempat dengan PDB USD7,13 triliun, disusul Jepang di posisi kelima (USD6,77 triliun), Jerman di posisi keenam (USD6,02 triliun), dan Brazil di posisi ketujuh (USD4,7 triliun). Indonesia sendiri mantap di posisi kedelapan dengan PDB USD4,66 triliun.

Gubernur BI Perry Warjiyo dalam konferensi pers Rabu (15/1) menyatakan, perlambatan pertumbuhan ekonomi tahun ini salah satunya disebabkan oleh ekspor yang diperkirakan lebih rendah, seiring dengan melambatnya permintaan negara-negara mitra dagang utama, kecuali Amerika Serikat.
Baca Selanjutnya
Bagikan artikel ini:
Berita Lainnya
berita lainnya