home community

Pandawara Group Gelontorkan Dana Rp106 Juta Bersihkan Sungai Citarum

Ahad, 02 Februari 2025 - 13:56 WIB
Kondisi Sungai Citarum yang dipenuhi sampah menggugah Pandawara Group untuk melakukan aksi nyata. Foto: Instagram Pandawara
Aksi nyata kembali dilakukan oleh Pandawara Group. Kali ini Sungai Citarum menjadi target mereka, akibat tumpukan sampah yang mengotori aliran airnya. Tak tanggung-tanggung, dana sebesar Rp106 juta pun digelontorkan demi aksi yang patut diacungi jempol itu.

Kelompok aktivis lingkungan, Pandawara Group mengaku merasa prihatin terhadap kondisi Sungai Citarum yang dipenuhi sampah. Mereka menggambarkan kondisi Sungai ini sebagai, “Pengkhianatan masyarakat Indonesia terhadap keindahan alam,”. Akibat dari ulah masyarakat kita sendiri yang tidak sadar akan lingkungan, merusak keindahan dari sungai ini.

Aksi dilakukan selama tujuh hari sejak Sabtu, 25 Januari 2025 dan mereka menurunkan dua alat berat untuk membersihkan sungai tersebut. “Semua ini kami lakukan hanya untuk menyadarkan, bukan menyalahkan. Pandawara itu melakukan tindakan untuk menjaga lingkungan dari kerusakan,” kata mereka.

Kegiatan ini tidak dilakukan sendiri. Pandawara Group bekerja sama dengan Balai Besar Wilayah Sungai (BBWS) Citarum, Satgas Citarum Sektor 08, serta Dinas Lingkungan Hidup Kabupaten Bandung yang turut memberikan dukungan berupa tenaga dan armada operasional.

Untuk lokasi pembersihan, difokuskan di Desa Mekarrahayu, Kecamatan Margaasih, Kabupaten Bandung. Kelompok ini juga mengajak masyarakat untuk berkontribusi dengan menyediakan truk pengangkut sampah atau alat berat guna mempercepat proses pembersihan.

Pada Senin (27/1), Pandawara Group mengungkap biaya yang mereka keluarkan secara pribadi untuk membersihkan sampah di Sungai Citarum.

“Pertama, ada biaya sewa dua ekskavator selama 50 jam. Biaya sewa ekskavator Rp850 ribu per jam. Jadi untuk satu ekskavator, kami keluarkan biaya Rp42,5 juta. Selain itu, ada biaya pengiriman senilai Rp16 juta. Selain itu, ada biaya operasional lain, seperti kantong sampah, sarung tangan, tali besar, maupun biaya makan dan minum seluruh staf,” beber mereka.
Baca Selanjutnya
Bagikan artikel ini:
Berita Lainnya
berita lainnya