Trump Kejutkan Dunia dengan Rencana Membeli Wilayah Gaza, Rusia Tunggu Detail Lebih Lanjut
Nabil
Selasa, 11 Februari 2025 - 06:56 WIB
Trump Kejutkan Dunia dengan Rencana Membeli Wilayah Gaza, Rusia Tunggu Detail Lebih Lanjut
LANGIT7.ID-Jakarta; Juru bicara kepresidenan Rusia (Kremlin) menyatakan pada Senin bahwa mereka masih menunggu informasi lebih detail mengenai rencana Presiden AS Donald Trump untuk membeli Jalur Gaza, sebuah gagasan yang telah memicu kecaman dari berbagai negara.
Trump pada hari Minggu menegaskan komitmennya untuk membeli dan memiliki Gaza, namun memungkinkan beberapa bagian dari wilayah yang hancur akibat perang tersebut untuk dibangun kembali oleh negara-negara lain di Timur Tengah.
Ketika ditanya apakah rencana Trump dapat diterima oleh Moskow, Juru Bicara Kepresidenan Rusia Dmitry Peskovmenekankan bahwa ada 1,2 juta orang yang tinggal di Gaza.
"Kita perlu menunggu detail lebih lanjut jika membicarakan rencana aksi yang koheren. Kita sedang membahas hampir 1,2 juta warga Palestina yang tinggal di sana, dan ini mungkin menjadi isu utamanya," kata Peskov dalam konferensi telepon.
"Mereka adalah orang-orang yang dijanjikan solusi dua negara untuk masalah Timur Tengah melalui resolusi Dewan Keamanan yang relevan, dan seterusnya. Ada banyak pertanyaan seperti itu. Kami belum mengetahui detailnya, jadi kita harus bersabar," ujar Peskov.
Trump pada hari Minggu menegaskan komitmennya untuk membeli dan memiliki Gaza, namun memungkinkan beberapa bagian dari wilayah yang hancur akibat perang tersebut untuk dibangun kembali oleh negara-negara lain di Timur Tengah.
Ketika ditanya apakah rencana Trump dapat diterima oleh Moskow, Juru Bicara Kepresidenan Rusia Dmitry Peskovmenekankan bahwa ada 1,2 juta orang yang tinggal di Gaza.
"Kita perlu menunggu detail lebih lanjut jika membicarakan rencana aksi yang koheren. Kita sedang membahas hampir 1,2 juta warga Palestina yang tinggal di sana, dan ini mungkin menjadi isu utamanya," kata Peskov dalam konferensi telepon.
"Mereka adalah orang-orang yang dijanjikan solusi dua negara untuk masalah Timur Tengah melalui resolusi Dewan Keamanan yang relevan, dan seterusnya. Ada banyak pertanyaan seperti itu. Kami belum mengetahui detailnya, jadi kita harus bersabar," ujar Peskov.
(lam)