Kisah Penduduk Makkah Bersiap-siap Murtad Pasca-Wafatnya Rasulullah SAW
Miftah yusufpati
Ahad, 16 Februari 2025 - 04:45 WIB
Pasca-wafatnya Rasulullah SAW terjadi gelombang penolakan membayar zakat dan sebagian lagi meninggalkan Islam. Ilustrasi: AI
LAGIT7.ID- Pasca-wafatnya Rasulullah SAW, terjadi pergolakan di Madinah, ketika Abu Bakar Ash-Shiddiq dibaiat menjadi khalifah. Di sisi lain, penduduk semenanjung Arab, termasuk Makkah, malah sudah bersiap-siap untuk murtad meninggalkan Islam.
Attab bin Asid, kuasa Rasulullah di Makkah sampai merasa khawatir dan menjauhi mereka. Kalau tidak karena kemudian tampil Suhail bin Amr di tengah-tengah mereka dengan mengatakan - setelah menerangkan tentang kematian Nabi - bahwa "Islam sekarang sudah bertambah kuat, dan barang siapa masih menyangsikan kami, akan kami penggal lehernya," niscaya mereka masih akan maju-mundur.
Akan tetapi di samping ancamannya itu Suhail masih memberikan harapan, yang ternyata besar juga pengaruhnya. Ia menambahkan: "Sungguh, demi Allah, ini adalah suatu anugerah dari Allah kepadamu sekalian, seperti kata Rasulullah SAW."
Ternyata kata-kata itu lebih besar pengaruhnya dalam hati mereka daripada ancaman. Itu jugalah yang membuat mereka surut dari maksud hendak membangkang. Baik penduduk Madinah maupun penduduk Makkah dari kalangan Quraisy, setelah melihat kenyataan ini akhirnya mereka menerima Abu Bakar.
Hadis Rasulullah yang telah diingatkan oleh Suhail membuat mereka puas. Mereka kembali kepada Islam dan menaati ajaran-ajarannya.
Baca juga: Kisah Ali bin Abi Thalib Menolak Membaiat Abu Bakar sebagai Khalifah
Sikap Saqif di Ta'if
Attab bin Asid, kuasa Rasulullah di Makkah sampai merasa khawatir dan menjauhi mereka. Kalau tidak karena kemudian tampil Suhail bin Amr di tengah-tengah mereka dengan mengatakan - setelah menerangkan tentang kematian Nabi - bahwa "Islam sekarang sudah bertambah kuat, dan barang siapa masih menyangsikan kami, akan kami penggal lehernya," niscaya mereka masih akan maju-mundur.
Akan tetapi di samping ancamannya itu Suhail masih memberikan harapan, yang ternyata besar juga pengaruhnya. Ia menambahkan: "Sungguh, demi Allah, ini adalah suatu anugerah dari Allah kepadamu sekalian, seperti kata Rasulullah SAW."
Ternyata kata-kata itu lebih besar pengaruhnya dalam hati mereka daripada ancaman. Itu jugalah yang membuat mereka surut dari maksud hendak membangkang. Baik penduduk Madinah maupun penduduk Makkah dari kalangan Quraisy, setelah melihat kenyataan ini akhirnya mereka menerima Abu Bakar.
Hadis Rasulullah yang telah diingatkan oleh Suhail membuat mereka puas. Mereka kembali kepada Islam dan menaati ajaran-ajarannya.
Baca juga: Kisah Ali bin Abi Thalib Menolak Membaiat Abu Bakar sebagai Khalifah
Sikap Saqif di Ta'if