Profil PP Al Munawwir Krapyak, Yogyakarta, Berkembang Pesat di Bawah Asuhan KH Ali Ma'sum
Haris budiman
Rabu, 19 Februari 2025 - 07:44 WIB
Potret gerbang lama PP Al Munawwir Krapyak, Yogyakarta. (Instagram/almunawwircom)
LANGIT7.ID-Di Kota Yogyakarta, ada salah satu pondok pesantren (ponpes) dengan usia yang sudah tua dan menjadi salah satu pesantren salaf yang terus bertahan sampai hari ini.
Pesantren ini awalnya bernama Pesantren Krapyak, merujuk letaknya yang memang berada di Dusun Krapyak, Yogyakarta.
Pondok Pesantren Al Munawwir didirikan oleh KH. Muhammad Munawwir bin Abdullah Rosyad pada tanggal 15 November 1911 M.
Pada sekitar tahun 1976-an nama pondok pesantren tersebut ditambah ‘Al-Munawwir’. Penambahan nama ini bertujuan untuk mengenang pendirinya yaitu KH. M. Munawwir.
Ponpes salaf
Pondok pesantren Al-Munawwir adalah salah satu lembaga pendidikan yang dalam khazanah ilmu dunia pesantren dikenal dengan istilah salaf yang hingga saat ini mampu bertahan dan bahkan terus berkembang dalam kiprahnya membangun bangsa dan negara Indonesia.
Kemudian pada perkembangan selanjutnya pondok pesantren Al-Munawwir tidak hanya mengkhususkan pendidikannya dalam bidang Al-Qur’an saja, melainkan merambat ke bidang ilmu yang lain, khususnya kitab-kitab kuning (kutubussalafu assholih) yang kemudian disusul dengan penerapan sistem madrasah.
Pesantren ini awalnya bernama Pesantren Krapyak, merujuk letaknya yang memang berada di Dusun Krapyak, Yogyakarta.
Pondok Pesantren Al Munawwir didirikan oleh KH. Muhammad Munawwir bin Abdullah Rosyad pada tanggal 15 November 1911 M.
Pada sekitar tahun 1976-an nama pondok pesantren tersebut ditambah ‘Al-Munawwir’. Penambahan nama ini bertujuan untuk mengenang pendirinya yaitu KH. M. Munawwir.
Ponpes salaf
Pondok pesantren Al-Munawwir adalah salah satu lembaga pendidikan yang dalam khazanah ilmu dunia pesantren dikenal dengan istilah salaf yang hingga saat ini mampu bertahan dan bahkan terus berkembang dalam kiprahnya membangun bangsa dan negara Indonesia.
Kemudian pada perkembangan selanjutnya pondok pesantren Al-Munawwir tidak hanya mengkhususkan pendidikannya dalam bidang Al-Qur’an saja, melainkan merambat ke bidang ilmu yang lain, khususnya kitab-kitab kuning (kutubussalafu assholih) yang kemudian disusul dengan penerapan sistem madrasah.