home masjid

Kisah Sufi Hatim Al-Taeei: Ketika Raja Ingin Menjadi Dermawan

Kamis, 20 Februari 2025 - 05:45 WIB
Keinginan menyamai tanpa adanya sifat-sifat dasar untuk menopangnya akan berakhir sia-sia. Ilustrasi: AI
LANGIT7.ID-Kisah sufi berikut ini dinukil dari "Tales of The Dervishes" karya Idries Shah yang diterjemahkan Ahmad Bahar menjadi "Harta Karun dari Timur Tengah - Kisah Bijak Para Sufi".

Konon, seorang Raja Iran berkata kepada seorang darwis, "Ceritakan padaku sebuah kisah." Darwis itu berkata, "Yang Mulia, saya akan ceritakan kisah Hatim Al-Taeei, Raja Arab dan manusia paling murah hati sepanjang masa; bila paduka dapat menyamai kemurahan hatinya, niscaya paduka akan menjadi raja teragung yang pernah ada."

"Ceritakanlah," kata sang raja. "Tetapi kalau kau tidak menghiburku dan merendahkan kemurahan hatiku, kau akan kehilangan kepalamu." Raja itu berkata demikian sebab di Persia sudah biasa bahwa orang-orang di istana akan menyanjung-nyanjung raja sebagai orang paling agung di antara semua manusia; dulu, sekarang, atau besok.

"Saya lanjutkan," kata darwis itu dengan tenang (sebab para darwis tak mudah dibuat gentar). "Kemurahan hati Hatim Tai, dalam karakter maupun jiwa, melampaui semua manusia." Dan inilah kisah yang dituturkan darwis itu.

Seorang Raja Arab yang lain merasa iri atas kekayaan, desa dan oase, onta, serta prajurit yang dimiliki Hatim Tai. Orang ini pun menyatakan perang terhadap Hatim, mengutus suruhan dengan pesan: "Tunduklah padaku. Kalau tidak, aku akan melumat kau dan negerimu, dan merampas semua kepunyaanmu."

Ketika pesan itu sampai ke istana Hatim, para penasihatnya serta-merta menyarankan agar raja mengerahkan seluruh prajurit untuk mempertahankan kerajaan itu. Kata mereka, "Tak diragukan lagi bahwa lelaki dan perempuan bertubuh sehat di negeri ini akan dengan senang hati menyerahkan nyawa untuk membela raja yang mereka cintai."

Baca juga: Kisah Sufi: Warisan untuk Arif si Rendah Hati
Baca Selanjutnya
Bagikan artikel ini:
Berita Lainnya
berita lainnya