Pidato di Sidang Umum PBB, Jokowi Sampaikan Lima Hal Ini
Garry Talentedo Kesawa
Kamis, 23 September 2021 - 20:05 WIB
Presiden Joko Widodo. Foto: dok. Biro Pers Sekretariat Presiden
Presiden Joko Widodo (Jokowi) menyampaikan pidatonya secara virtual pada sesi debat umum Sidang Majelis Umum ke-76 Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB), Kamis (23/9/2021). Ada lima hal yang Jokowi sampaikan dalam kesempatan tersebut.
Dalam pidatonya, Jokowi menyampaikan beberapa pandangannya mengenai penanganan pandemi, pemulihan perekonomian global, ketahanan iklim, hingga perdamaian dalam keberagaman. "Melihat perkembangan dunia sampai sekarang ini, banyak hal yang harus kita lakukan bersama. Pertama, kita harus memberikan harapan bahwa pandemi Covid-19 akan bisa tertangani dengan cepat, adil, dan merata," ujar Jokowi dari Istana Kepresidenan Bogor, Jawa Barat.
Baca Juga:Presiden Joko Widodo Akan Sampaikan Pidato dalam Sidang Umum PBB ke-76
Jokowi menjelaskan bahwa kemampuan dan kecepatan antarnegara dalam menangani pandemi Covid-19, termasuk vaksinasi, sangat timpang. Apalagi, semua tahu bahwa dalam penanganan pandemi "no one is safe until everyone is".
"Politisasi dan diskriminasi terhadap vaksin masih terjadi. Hal-hal ini harus bisa kita selesaikan dengan langkah-langkah nyata," ujarnya.
Atas hal tersebut, Jokowi menyerukan kepada seluruh negara untuk menata ulang arsitektur sistem ketahanan kesehatan global. Selain itu, diperlukan standarisasi protokol kesehatan global dalam hal aktivitas lintas batas negara, misalnya perihal kriteria vaksinasi, hasil tes, maupun status kesehatan lainnya.
Baca Juga:Ekonomi Mulai Menggeliat, PLN Jalankan 4 Strategi Untuk Dorong Konsumsi Listrik
Dalam pidatonya, Jokowi menyampaikan beberapa pandangannya mengenai penanganan pandemi, pemulihan perekonomian global, ketahanan iklim, hingga perdamaian dalam keberagaman. "Melihat perkembangan dunia sampai sekarang ini, banyak hal yang harus kita lakukan bersama. Pertama, kita harus memberikan harapan bahwa pandemi Covid-19 akan bisa tertangani dengan cepat, adil, dan merata," ujar Jokowi dari Istana Kepresidenan Bogor, Jawa Barat.
Baca Juga:Presiden Joko Widodo Akan Sampaikan Pidato dalam Sidang Umum PBB ke-76
Jokowi menjelaskan bahwa kemampuan dan kecepatan antarnegara dalam menangani pandemi Covid-19, termasuk vaksinasi, sangat timpang. Apalagi, semua tahu bahwa dalam penanganan pandemi "no one is safe until everyone is".
"Politisasi dan diskriminasi terhadap vaksin masih terjadi. Hal-hal ini harus bisa kita selesaikan dengan langkah-langkah nyata," ujarnya.
Atas hal tersebut, Jokowi menyerukan kepada seluruh negara untuk menata ulang arsitektur sistem ketahanan kesehatan global. Selain itu, diperlukan standarisasi protokol kesehatan global dalam hal aktivitas lintas batas negara, misalnya perihal kriteria vaksinasi, hasil tes, maupun status kesehatan lainnya.
Baca Juga:Ekonomi Mulai Menggeliat, PLN Jalankan 4 Strategi Untuk Dorong Konsumsi Listrik