home masjid

Kisah Sufi Maulana Bahaudin Naqshband: Khasiat Darah Manusia

Jum'at, 21 Februari 2025 - 05:15 WIB
Beberapa penyair klasik Persia yang terkemuka merupakan anggota Naqshbandi. Ilustrasi: AI
LANGIT7.ID--Kisah berikut ini dinukil dari buku "Tales of The Dervishes" karya Idries Shah yang diterjemahkan Ahmad Bahar menjadi "Harta Karun dari Timur Tengah - Kisah Bijak Para Sufi".

Maulana Bahaudin Naqshband suatu kali ditanya, "Bagaimana orang atau bayi yang tercela bisa disucikan dalam sekejap, misalnya cukup dengan mendatangi dan menyentuh seorang guru agung, seperti dikisahkan dalam banyak cerita?"

Sang Maulana menuturkan kisah berikut sebagai jawaban, sambil mengatakan bahwa metode ini menyerupai jalan tak langsung dalam spiritualisasi.

Seorang raja pada masa kerajaan Byzantium yang agung menderita suatu penyakit mematikan yang tak satu tabib pun mampu menyembuhkannya.

Raja itu mengirim utusan ke setiap negeri untuk mencari obat yang manjur untuk penyakitnya. Salah seorang utusannya sampai ke madrasah Al-Ghazali yang Agung, seorang Sufi yang konon merupakan salah satu orang suci terkemuka di Timur. Al-Ghazali menyuruh seorang muridnya mengadakan perjalanan ke Konstantinopel.

Ketika murid bernama Al-Arif itu tiba, ia segera dibawa ke istana dan diperlakukan dengan sangat baik. Raja pun memohon agar Al-Arif mengobati penyakitnya.

Baca juga: Kisah Sufi Hatim Al-Taeei: Ketika Raja Ingin Menjadi Dermawan
Baca Selanjutnya
Bagikan artikel ini:
Berita Lainnya
berita lainnya