home lifestyle muslim

Gaya Hidup yang Salah Picu Hipertensi pada Usia Remaja

Ahad, 23 Februari 2025 - 20:53 WIB
Foto: Freepik.com
LANGIT7.ID-Jakarta; Penyakit hipertensi saat ini menjadi permasalahan baru bagi kesehatan para remaja yang tidak menjalani pola hidup sehat.

"Hipertensi bukan hanya peperangan bagi orang dewasa ataupun lansia. Tidak jarang, dalam praktik dokter sehari-hari, hipertensi juga bisa ditemui pada pasien anak-anak, remaja, usia produktif hingga ibu hamil," ujar Sekretaris Jenderal INASH Dr. BRM. Ario Soeryo Kuncoro, Sp.JP(K), FIHA dalam temu media di Jakarta.

Ario mengatakan hipertensi menjadi salah satu penyakit yang insidensi, tingkat morbiditas dan tingkat mortalitasnya semakin substansial.

Peningkatan angka kejadian hipertensi pada anak dan remaja di Indonesia, terutamanya disebabkan oleh beberapa faktor seperti obesitas, anak kurang aktivitas fisik, terlalu banyak menghabiskan waktu bermain gawai, asupan makanannya tinggi kalori dan garam.

Sementara pada remaja, beberapa faktor tambahan yang memicu hipertensi seperti mengonsumsi minuman yang mengandung alkohol dan kafein, kebiasaan merokok, stres secara mental dan kurang tidur.

"Jika saat usia muda sudah terkena hipertensi, maka sampai dewasa mereka akan menjalani hidup dengan pengobatan hipertensi serta memperbesar risiko penyakit kardiovaskular pada masa dewasa," ujar Ario.

Data SKI 2023 juga menyebut bahwa berdasarkan diagnosis dokter, kelompok umur usia 18-24 prevalensi hipertensi sebesar 0,4 persen dan kelompok umur usia 25-34 persen sebesar 1,8 persen. Hal ini menunjukkan adanya kesenjangan antara angka kejadian berdasarkan tensimeter dengan diagnosis dokter.
Baca Selanjutnya
Bagikan artikel ini:
Berita Lainnya
berita lainnya