Usung Konsep Sustainable, Glashka Sulap Bahan Sisa Jadi Sepatu & Tas Unik
Lusi mahgriefie
Senin, 24 Februari 2025 - 12:48 WIB
Tas Glashka yang diproduksi dengan menggunakan bahan sisa produksi sehingga bernilai ekonomi. Foto: dok. Glashka
Jenama mode Glashka menerapkan konsep sustainable atau keberlanjutan dengan caranya tersendiri, yaitu dengan menyulap bahan sisa produksi menjadi item fesyen yang cantik, unik dan menarik.
Glashka yang berdiri sejak 2018, diawali dengan produksi hijab kemudian merambah ke busana pada tahun 2020 amat memperhatikan konsep sustainable. Ega Augustia sang pemilik brand tak ingin material sisa produksi hanya menjadi sampah, namun sebaliknya harus bisa memiliki nilai ekonomi.
Ega Augustia, founder sekaligus owner jenama mode Glashka. Foto: Lusi M.
"Saya dan tim membuat sepatu dan tas-tas yang kita olah dan kita tambahin bordir supaya lebih menarik dan tentunya memberi nilai ekonomi," ungkap Ega saat diwawancara Langit7 di Jakarta Convention Center, Jakarta, Kamis (20/2).
Disamping itu, Ega menambahkan bahwa harga material atau bahan yang ia gunakan untuk memproduksi setiap desain tidaklah murah. Sebab itu, memanfaatkan kembali bahan sisa merupakan sebuah langkah pintar.
Baca juga: The Marmara Series dari Pelangi Asmara, Harmoni Warisan Budaya & Tren Masa Kini
Berdayakan Pengrajin Lokal
Glashka yang berdiri sejak 2018, diawali dengan produksi hijab kemudian merambah ke busana pada tahun 2020 amat memperhatikan konsep sustainable. Ega Augustia sang pemilik brand tak ingin material sisa produksi hanya menjadi sampah, namun sebaliknya harus bisa memiliki nilai ekonomi.
Ega Augustia, founder sekaligus owner jenama mode Glashka. Foto: Lusi M.
"Saya dan tim membuat sepatu dan tas-tas yang kita olah dan kita tambahin bordir supaya lebih menarik dan tentunya memberi nilai ekonomi," ungkap Ega saat diwawancara Langit7 di Jakarta Convention Center, Jakarta, Kamis (20/2).
Disamping itu, Ega menambahkan bahwa harga material atau bahan yang ia gunakan untuk memproduksi setiap desain tidaklah murah. Sebab itu, memanfaatkan kembali bahan sisa merupakan sebuah langkah pintar.
Baca juga: The Marmara Series dari Pelangi Asmara, Harmoni Warisan Budaya & Tren Masa Kini
Berdayakan Pengrajin Lokal