Ais Nusantara, Komunitas Dakwah Digital Bentukan Santri
Fajar adhitya
Kamis, 23 September 2021 - 22:10 WIB
Ais Nusantara, komunitas dakwah digital bentukan para santri. (Foto: Istimewa).
Ais Nusantara menjadi komunitas dakwah digital bentukan para santri. Akun dakwah ini digagas untuk menyebarkan Islam yang rahmatan lil alamin.
Menjamurnya kabar provokatif dan tidak proporsional terkait keislaman dan amalan Ahlus Sunnah Wal Jamaah membuat kaum santri khawatir.
Santri, baik secara personal maupun kolektif turun tangan dengan membuat akun dakwah digital guna menyebarkan dakwah Islam yang rahmatan lil alamin,
Kepedulian santri terhadap dakwah digital mulai menggeliat sejak lima tahun silam dengan munculnya akun-akun media sosial dakwah yang dikelola para santri.
Sebut saja Ala Santri yang memiliki banyak penggemar dengan sajian kisah-kisah pesantrennya. Kemudian ada juga Galeri Santri yang diinisiasi santri Asshidiqiyah, Jakarta.
Dari sisi komedi dan satir, muncul akun NU Garis Lucu yang juga memiliki banyak penggemar. Keragaman dakwah digital para santri juga muncul dari akun-akun media sosial, baik Twitter, Instagram, Youtube, Facebook pesantren-pesantren Nahdliyyin.
Melihat banyaknya akun dakwah para santri, Ahmad Qomaruddin, santri Asshidiqiyah, Jakarta bersama Yusuf Haryono yang mengelola akun Komplek_el – merujuk Kompleks L Pesantren Al Munawir, Krapyak, Yogyakarta mencoba menyatukan para admin Instagram para santri untuk berdiskusi.
Menjamurnya kabar provokatif dan tidak proporsional terkait keislaman dan amalan Ahlus Sunnah Wal Jamaah membuat kaum santri khawatir.
Santri, baik secara personal maupun kolektif turun tangan dengan membuat akun dakwah digital guna menyebarkan dakwah Islam yang rahmatan lil alamin,
Kepedulian santri terhadap dakwah digital mulai menggeliat sejak lima tahun silam dengan munculnya akun-akun media sosial dakwah yang dikelola para santri.
Sebut saja Ala Santri yang memiliki banyak penggemar dengan sajian kisah-kisah pesantrennya. Kemudian ada juga Galeri Santri yang diinisiasi santri Asshidiqiyah, Jakarta.
Dari sisi komedi dan satir, muncul akun NU Garis Lucu yang juga memiliki banyak penggemar. Keragaman dakwah digital para santri juga muncul dari akun-akun media sosial, baik Twitter, Instagram, Youtube, Facebook pesantren-pesantren Nahdliyyin.
Melihat banyaknya akun dakwah para santri, Ahmad Qomaruddin, santri Asshidiqiyah, Jakarta bersama Yusuf Haryono yang mengelola akun Komplek_el – merujuk Kompleks L Pesantren Al Munawir, Krapyak, Yogyakarta mencoba menyatukan para admin Instagram para santri untuk berdiskusi.