LANGIT7.ID, Jakarta - Ais Nusantara menjadi komunitas dakwah digital bentukan para santri. Akun dakwah ini digagas untuk menyebarkan Islam yang rahmatan lil alamin.
Menjamurnya kabar provokatif dan tidak proporsional terkait keislaman dan amalan Ahlus Sunnah Wal Jamaah membuat kaum santri khawatir.
Santri, baik secara personal maupun kolektif turun tangan dengan membuat akun dakwah digital guna menyebarkan dakwah Islam yang rahmatan lil alamin,
Kepedulian santri terhadap dakwah digital mulai menggeliat sejak lima tahun silam dengan munculnya akun-akun media sosial dakwah yang dikelola para santri.
Sebut saja Ala Santri yang memiliki banyak penggemar dengan sajian kisah-kisah pesantrennya. Kemudian ada juga Galeri Santri yang diinisiasi santri Asshidiqiyah, Jakarta.
Dari sisi komedi dan satir, muncul akun NU Garis Lucu yang juga memiliki banyak penggemar. Keragaman dakwah digital para santri juga muncul dari akun-akun media sosial, baik Twitter, Instagram, Youtube, Facebook pesantren-pesantren Nahdliyyin.
Melihat banyaknya akun dakwah para santri, Ahmad Qomaruddin, santri Asshidiqiyah, Jakarta bersama Yusuf Haryono yang mengelola akun Komplek_el – merujuk Kompleks L Pesantren Al Munawir, Krapyak, Yogyakarta mencoba menyatukan para admin Instagram para santri untuk berdiskusi.
Pembicaraan berlanjut dengan terbentuknya grup Whatsapp para admin santri pada 3 April 2016. Dari diskusi intens dalam grup Whatsapp tersebut maka digagaslah sebuah wadah bersama untuk menguatkan dakwah digital kaum santri bernama AIS Nusantara, singakat dari Arus Informasi Santri Nusantara.
Selain wadah admin media sosial dakwah santri, AIS Nusantara juga menggandeng beberapa portal media santri dan Islam Aswaja untuk menguatkan gaungnya.
Pada 26 Oktober 2016, sebanyak 50-an admin media sosial santri berkumpul di Yogyakarta dan meresmikan sebuah wadah “digital media networking” dengan nama AIS-NU. Visi komunitas ini adalah mendigitlaisasi dakwah para ulama dan pesantren Ahlussunnah Wal Jamaah.
Perjuangan para santri dalam dawkah digital berbuah manis dengan semakin maraknya konten-konten keislaman ahlussunnah wal jamaah di media sosial. Tak hanya itu, komunitas ini juga memiliki agenda luring seperti perlombaan, madrasah digital, jurnalistik, duta santri, festival santri, dan lain sebagainya.
(bal)