Mantan Pemimpin Ekstremis Suriah Diundang ke KTT Darurat Liga Arab Bahas Krisis Gaza
Nabil
Selasa, 25 Februari 2025 - 05:00 WIB
Mantan Pemimpin Ekstremis Suriah Diundang ke KTT Darurat Liga Arab Bahas Krisis Gaza
LANGIT7.ID-Jakarta;Presiden Suriah Ahmed al-Sharaa menerima undangan pada hari Minggu untuk menghadiri pertemuan Liga Arab yang diselenggarakan Mesir mengenai Gaza, demikian disampaikan kepresidenan Suriah.
"Presiden Republik Arab Suriah, Bapak Ahmed al-Sharaa, menerima undangan resmi dari presiden Republik Arab Mesir... untuk berpartisipasi dalam KTT Liga Arab luar biasa" pada 4 Maret di Kairo, demikian pernyataan kepresidenan.
Pertemuan tersebut diselenggarakan sebagai tanggapan terhadap rencana Presiden AS Donald Trump yang mendapat banyak kritikan, yang menyatakan bahwa pemerintahannya harus mengambil alih Jalur Gaza yang porak-poranda akibat perang dan mengembangkannya kembali menjadi "Riviera Timur Tengah."
Menurut rencana Trump, penduduk Palestina di Gaza akan dipindahkan ke tempat lain, termasuk ke Mesir dan Yordania.
Rencana Trump memicu kecaman dari pemerintah Arab serta pemimpin dunia lainnya, dan Perserikatan Bangsa-Bangsa memperingatkan adanya "pembersihan etnis" di wilayah Palestina.
Al-Sharaa menyebut rencana Trump sebagai "kejahatan yang sangat besar yang tidak boleh terjadi."
Suriah di bawah kepemimpinan mantan presiden Bashar al-Assad diskors dari Liga Arab pada 2011 karena penindasan brutalnya terhadap protes pro-demokrasi yang kemudian berkembang menjadi perang yang menghancurkan.
"Presiden Republik Arab Suriah, Bapak Ahmed al-Sharaa, menerima undangan resmi dari presiden Republik Arab Mesir... untuk berpartisipasi dalam KTT Liga Arab luar biasa" pada 4 Maret di Kairo, demikian pernyataan kepresidenan.
Pertemuan tersebut diselenggarakan sebagai tanggapan terhadap rencana Presiden AS Donald Trump yang mendapat banyak kritikan, yang menyatakan bahwa pemerintahannya harus mengambil alih Jalur Gaza yang porak-poranda akibat perang dan mengembangkannya kembali menjadi "Riviera Timur Tengah."
Menurut rencana Trump, penduduk Palestina di Gaza akan dipindahkan ke tempat lain, termasuk ke Mesir dan Yordania.
Rencana Trump memicu kecaman dari pemerintah Arab serta pemimpin dunia lainnya, dan Perserikatan Bangsa-Bangsa memperingatkan adanya "pembersihan etnis" di wilayah Palestina.
Al-Sharaa menyebut rencana Trump sebagai "kejahatan yang sangat besar yang tidak boleh terjadi."
Suriah di bawah kepemimpinan mantan presiden Bashar al-Assad diskors dari Liga Arab pada 2011 karena penindasan brutalnya terhadap protes pro-demokrasi yang kemudian berkembang menjadi perang yang menghancurkan.