home masjid

Rasulullah Menganjurkan Makan Sahur bagi Mereka yang akan Berpuasa Ramadan

Sabtu, 01 Maret 2025 - 02:15 WIB
Makan Sahur dapat berupa sesuatu yang paling sedikit untuk disantap oleh seseorang, baik berupa makanan maupun minuman. Ilustrasi: Istock
LANGIT7.ID--Makan sahur dinamakan demikian karena dilaksanakan pada waktu Sahur. Akhir dari waktu sahur bagi seorang yang berpuasa adalah terbitnya fajar. Sebagaimana firman Allah Subhanahu wa Ta’ala:

وَكُلُوا وَاشْرَبُوا حَتَّىٰ يَتَبَيَّنَ لَكُمُ الْخَيْطُ الْأَبْيَضُ مِنَ الْخَيْطِ الْأَسْوَدِ مِنَ الْفَجْرِ

…Dan makan minumlah hingga jelas bagimu benang putih dari benang hitam, yaitu fajar…” (QS Al-Baqarah/2 : 187)

Dr Nashir bin ‘Abdirrahman bin Muhammad al-Juda’i dalam buku berjudul "At Tabaruk Anwaa’uhu wa Ahkaamuhu" atau dalam edisi Indonesia menjadi "Amalan Dan Waktu Yang Diberkahi" mengatakan disunahkan untuk mengakhirkan sahur jika tidak dikhawatirkan terbitnya fajar.

Lalu ia menukil hadis yang diriwayatkan al-Bukhari dan Muslim dari Anas ra dari Zaid bin Harits ra, ia berkata: “Kita bersahur bersama Nabi SAW lalu kita mendirikan salat.” Saya berkata: “Berapa lamakah antara keduanya?” Ia berkata: “Lima puluh ayat.”[HR Bukhari dan Muslim]

Baca juga: Bacaan Niat Puasa Ramadhan Setiap Hari dan Sebulan Penuh, Lengkap Arab, Latin, dan Artinya

Imam al-Baghawi dalam Syarhus Sunnah berkata: “Para ulama menganjurkan mengakhirkan makan sahur.”
Baca Selanjutnya
Bagikan artikel ini:
Berita Lainnya
berita lainnya