Gampang-gampang Susah, Muslim Ini Jual Telur Semut Rangrang Rp1 Juta per Kilogram
Mahmuda attar hussein
Jum'at, 24 September 2021 - 15:05 WIB
Telur semut rangrang aau roto. Foto: istimewa
Biasanya, beternak mamalia berkaki empat, unggas dan ikan banyak dilakukan orang karena hasil panennya memiliki nilai jual di pasaran untuk kebutuhan konsumsi. Namun, ada hal berbeda dan unik yang dilakukan muslim asal Cikaret, Bogor, Ade Yusdira, yang memilih menjadi peternak semut.
Siapa sangka, ternyata apa yang dilakukan Ade ini bukan tanpa alasan. Pasalnya, permintaan terhadap hasil panen dari semut rangrang di pasaran cukup tinggi.
Telur semut rangrang, atau yang biasa dikenal masyarakat sebagai kroto, memiliki banyak permintaan dari kalangan pehobi. Biasanya, para konsumen menggunakan kroto sebagai pakan untuk burung kicau yang diyakini memiliki kandungan protein yang baik.
Selain dari kalangan kicau mania, mereka yang memiliki hobi memancing juga membutuhkan kroto sebagai bahan untuk dijadikan umpan. Seperti halnya Ade, yang juga mengaku memancing, adalah salah satu bagian dari hobinya.
“Kita kalau mau mancing, cari kroto itu pun tidak mudah. Sekali pun dapat, kualitasnya bisa jadi kurang bagus,” kata Ade dikanal Youtube Agromaritim.
Baca juga:Hasilkan Puluhan Juta Sebulan dari Budi Daya Cacing Tanah
Mulai 2009 silam, Ade yang merasa kesulitan mendapatkan kroto untuk digunakan sebagai umpan dari hobinya, mulai melakukan riset untuk membudi dayakannya. Ia mengaku, secara perlahan ia memulainya dengan membudi dayakan semut rangrang skala kecil dengan menggunakan 10 toples sebagai wadah perkembang-biakkan.
Siapa sangka, ternyata apa yang dilakukan Ade ini bukan tanpa alasan. Pasalnya, permintaan terhadap hasil panen dari semut rangrang di pasaran cukup tinggi.
Telur semut rangrang, atau yang biasa dikenal masyarakat sebagai kroto, memiliki banyak permintaan dari kalangan pehobi. Biasanya, para konsumen menggunakan kroto sebagai pakan untuk burung kicau yang diyakini memiliki kandungan protein yang baik.
Selain dari kalangan kicau mania, mereka yang memiliki hobi memancing juga membutuhkan kroto sebagai bahan untuk dijadikan umpan. Seperti halnya Ade, yang juga mengaku memancing, adalah salah satu bagian dari hobinya.
“Kita kalau mau mancing, cari kroto itu pun tidak mudah. Sekali pun dapat, kualitasnya bisa jadi kurang bagus,” kata Ade dikanal Youtube Agromaritim.
Baca juga:Hasilkan Puluhan Juta Sebulan dari Budi Daya Cacing Tanah
Mulai 2009 silam, Ade yang merasa kesulitan mendapatkan kroto untuk digunakan sebagai umpan dari hobinya, mulai melakukan riset untuk membudi dayakannya. Ia mengaku, secara perlahan ia memulainya dengan membudi dayakan semut rangrang skala kecil dengan menggunakan 10 toples sebagai wadah perkembang-biakkan.