home masjid

Tingkatan Puasa Menurut Al-Ghazali: Ada di Peringkat Mana Puasa Anda?

Senin, 03 Maret 2025 - 04:15 WIB
Puasa khususul khusus hanya bisa dicapai oleh anbiya (para Nabi), shiddiqin, serta auliya. Ilustrasi: Ist
LANGIT7.ID-Imam al-Ghazali dalam kitabnya "Ihya Ulumuddin" membagi tiga tingkatan puasa yaitu puasa umum, puasa khusus, dan puasa paling khusus.

Menurut al-Ghazali, yang dimaksud puasa umum ialah menahan perut dan kemaluan dari memenuhi kebutuhan syahwat. Puasa khusus ialah menahan telinga, pendengaran, lidah, tangan, kaki, dan seluruh anggota tubuh dari dosa.

Sementara puasa paling khusus adalah menahan hati agar tidak mendekati kehinaan, memikirkan dunia, dan memikirkan selain Allah SWT.

Al-Ghazali mengatakan untuk puasa yang ketiga ini (shaumu khususil khusus) disebut batal bila terlintas dalam hati pikiran selain Allah SWT dan hari akhir.

Tiga tingkatan ini disusun berdasarkan sifat orang yang mengerjakan puasa. Ada orang puasa hanya sekadar menahan diri dari makan dan minum, tetapi perbuatan maksiat tetap dilakukannya. Inilah puasa orang awam.

Pada umumnya, mereka mendefinisikan puasa sebatas menahan diri dari hal-hal yang membatalkan puasa secara zahir. Puasa awam dianggap sebagai gerbangnya puasa. Untuk mencapai tingkat puasa khusus, muslim harus melalui puasa awam terlebih dahulu.

Baca juga: Puasa Menurut Al-Qur'an: 3 Ayat tentang Puasa Ramadan Terputus-putus
Baca Selanjutnya
Bagikan artikel ini:
Berita Lainnya
berita lainnya