home masjid

Allah Taala Akan Mengganti Bau Mulut Orang Berpuasa dengan Aroma Misik

Senin, 03 Maret 2025 - 17:20 WIB
manusia yang paling cepat menyeberangi titian akhirat adalah yang paling wirai terhadap urusan duniawi. Ilustrasi: AI
LANGIT7.ID-Puasa harus benar-benar menjaga kualitas lahir maupun batin agar benar-benar dapat bersanding dengan al-Haqq. Seperti nasihat seorang ulama yang dikutip Imam al-Ghazali, “Selama hamba masih terkotori oleh selain Allah, ia tak pantas mendekat dan bersanding dengan-Nya sebelum menyucikan hati dari selain Dia.”

Imam al-Ghazali dalam bukunya berjudul “Raudhatut Thalibin wa ‘Umadatus Salikin” mengatakan Allah taala tidak akan menganggap bau mulut orang berpuasa, bahkan akan menggantikannya dengan aroma misik.

Bagi Allah, yang terpenting adalah kualitas kebersihan laku dan jiwa seseorang tatkala menjalankan puasa. Kotornya tubuh dapat dibersihkan dan disucikan dengan air, tetapi kekotoran hati karena dominasi perbuatan tercela harus disucikan dengan air qurbah (kedekatan) dan inabah (pertobatan).

Selain itu, untuk menjangkau kedekatan dengan Allah tidak serta merta hanya menahan lapar dan dahaga. Al-Ghazali menegaskan untuk memastikan kehalalan makanan yang kita konsumsi. Seperti disinggungnya ketika membincangkan makna kata ath-Thayyibat (QS Al-Baqarah [2] : 172) yang berarti halal dan baik.

Baca juga: 3 Unsur Tobat Menurut Imam Ghazali: Ilmu, Hal, dan Amal

Artinya, makanan yang baik menjadi fondasi utama bagi perjalanan suatu golongan. Jika pun ada seorang hamba mendirikan salat laksana salatnya budak, dalam arti begitu khusyuk dan masyuk, hal itu tak akan berguna selama dia tidak mengetahui apa yang masuk ke dalam perutnya.

Dia juga menyatakan bahwa manusia yang paling cepat menyeberangi titian akhirat adalah yang paling wira'i terhadap urusan duniawi. Dan wira'i dengan menahan lapar bisa menjadi kunci perjumpaan dengan Allah SWT sebagaimana firman-Nya dalam hadis qudsi:
Baca Selanjutnya
Bagikan artikel ini:
Berita Lainnya
berita lainnya