Kisah Khalifah Abbasiyah Abu Ja’far Al-Mansur Menyingkirkan Pesaing Politiknya
Miftah yusufpati
Selasa, 04 Maret 2025 - 16:58 WIB
Al-Mansur adalah orang yang berperan dalam menegakkan Daulah Abbasiyah, bahkan dikatakan bahwa dialah pendiri yang sebenarnya. Ilustrasi: AI
LANGIT7.ID-- Abu Ja’far Al-Mansur menjadi khalifah Abbasiyah pada 754-775 Ma atau 137-159 H. Pemerintahan Daulah Abbasiyah berkembang dimulai dari dirinya.
Dalam Teks Books, Sejarah dan Kebudayaan Islam, Jilid 1 (Ujung Pandang: IAIN Alaudin, 1981-1982), disebutkan Al-Mansur diangkat menjadi khalifah setelah saudaranya Abu Abbas al-Safah meninggal dunia pada tahun 136/754 M.
Beliau dikenal sebagai seorang yang gagah perkasa, keras hati, kuat keimanan, bijaksana, cerdas, pemberani, teliti, disiplin, kuat beribadah dan sederhana.
Pada masa Abu Ja’far Al-Mansur menjadi khalifah, hal yang pertama dilakukan adalah melumpuhnya tiga kekuatan. Mereka adalah Abdullah bin Ali, kaum Syiah dan Abu Muslim.
Syamruddin Nasution dalam bukunya berjudul "Sejarah Peradaban Islam" menceritakan begitu pemberontakan Abdullah bin Ali dan Shaleh bin Ali ditumpas, target selanjutnya adalah Abu Muslim.
Kala itu, nama Abu Muslim amatlah populer apalagi setelah ia ditugaskan khalifah menghabisi Abdullah bin Ali dan Shaleh bin Ali di Nasibin. Nama Abu Muslim sangat top di Khurasan.
Kepopuleran itu membuat dia lupa daratan. Dia lupa bahwa peranannya hanya sebagai pelaksana dari sebuah kebijaksanaan. Sedang tampuknya ada di tangan orang.
Dalam Teks Books, Sejarah dan Kebudayaan Islam, Jilid 1 (Ujung Pandang: IAIN Alaudin, 1981-1982), disebutkan Al-Mansur diangkat menjadi khalifah setelah saudaranya Abu Abbas al-Safah meninggal dunia pada tahun 136/754 M.
Beliau dikenal sebagai seorang yang gagah perkasa, keras hati, kuat keimanan, bijaksana, cerdas, pemberani, teliti, disiplin, kuat beribadah dan sederhana.
Pada masa Abu Ja’far Al-Mansur menjadi khalifah, hal yang pertama dilakukan adalah melumpuhnya tiga kekuatan. Mereka adalah Abdullah bin Ali, kaum Syiah dan Abu Muslim.
Syamruddin Nasution dalam bukunya berjudul "Sejarah Peradaban Islam" menceritakan begitu pemberontakan Abdullah bin Ali dan Shaleh bin Ali ditumpas, target selanjutnya adalah Abu Muslim.
Kala itu, nama Abu Muslim amatlah populer apalagi setelah ia ditugaskan khalifah menghabisi Abdullah bin Ali dan Shaleh bin Ali di Nasibin. Nama Abu Muslim sangat top di Khurasan.
Kepopuleran itu membuat dia lupa daratan. Dia lupa bahwa peranannya hanya sebagai pelaksana dari sebuah kebijaksanaan. Sedang tampuknya ada di tangan orang.