Pemimpin Arab Bahas Rencana Gaza, Hamas Tolak Upaya Pengusiran Warga Palestina
Nabil
Rabu, 05 Maret 2025 - 05:21 WIB
Pemimpin Arab Bahas Rencana Gaza, Hamas Tolak Upaya Pengusiran Warga Palestina
LANGIT7.ID-Jakarta;Para pemimpin Arab berkumpul di Kairo pada Selasa untuk membahas alternatif dari rencana Presiden AS Donald Trump yang banyak dikritik. Trump sebelumnya mengusulkan untuk mengambil alih Gaza yang hancur akibat perang, sementara Hamas mendesak para pemimpin Arab untuk menggagalkan upaya pemindahan warga Palestina dari tanah mereka.
Pertemuan Liga Arab tentang rekonstruksi ini terjadi setelah Perdana Menteri Israel Benjamin Netanyahu kembali mendukung rencana Trump, yang disebutnya sebagai "visioner dan inovatif."
Perang di Gaza bermula dari serangan Hamas terhadap Israel pada 7 Oktober 2023. Israel membalas dengan serangan militer yang menghancurkan sebagian besar wilayah tersebut dan menyebabkan krisis kemanusiaan parah. Situasi baru mulai membaik dengan diberlakukannya gencatan senjata pada Januari lalu, meskipun kondisinya masih rapuh.
"Kami berharap peran Arab yang efektif untuk mengakhiri tragedi kemanusiaan dan menggagalkan rencana Israel untuk memindahkan warga Palestina," kata Hamas dalam pernyataannya.
Trump memicu kemarahan dunia ketika pertama kali mengusulkan agar Amerika Serikat "mengambil alih" Jalur Gaza dan mengubahnya menjadi "Riviera Timur Tengah," sambil memaksa penduduk Palestina pindah ke Mesir atau Yordania.
Palestina, negara-negara Arab, dan banyak negara Eropa telah menolak proposal Trump ini karena menentang segala upaya pengusiran warga Gaza.
Belakangan Trump tampak melunak, mengatakan dia "tidak memaksa" rencana tersebut, yang menurut para ahli dapat melanggar hukum internasional.
Pertemuan Liga Arab tentang rekonstruksi ini terjadi setelah Perdana Menteri Israel Benjamin Netanyahu kembali mendukung rencana Trump, yang disebutnya sebagai "visioner dan inovatif."
Perang di Gaza bermula dari serangan Hamas terhadap Israel pada 7 Oktober 2023. Israel membalas dengan serangan militer yang menghancurkan sebagian besar wilayah tersebut dan menyebabkan krisis kemanusiaan parah. Situasi baru mulai membaik dengan diberlakukannya gencatan senjata pada Januari lalu, meskipun kondisinya masih rapuh.
"Kami berharap peran Arab yang efektif untuk mengakhiri tragedi kemanusiaan dan menggagalkan rencana Israel untuk memindahkan warga Palestina," kata Hamas dalam pernyataannya.
Trump memicu kemarahan dunia ketika pertama kali mengusulkan agar Amerika Serikat "mengambil alih" Jalur Gaza dan mengubahnya menjadi "Riviera Timur Tengah," sambil memaksa penduduk Palestina pindah ke Mesir atau Yordania.
Palestina, negara-negara Arab, dan banyak negara Eropa telah menolak proposal Trump ini karena menentang segala upaya pengusiran warga Gaza.
Belakangan Trump tampak melunak, mengatakan dia "tidak memaksa" rencana tersebut, yang menurut para ahli dapat melanggar hukum internasional.