home otomotif

Honda Andalkan Ekosistem Pendukung untuk Bersaing dengan Motor Listrik China

Jum'at, 07 Maret 2025 - 17:30 WIB
Honda Andalkan Ekosistem Pendukung untuk Bersaing dengan Motor Listrik China
LANGIT7.ID-Jakarta;Di tengah serbuan motor listrik dari China, PT Astra Honda Motor (AHM) tetap optimistis mempertahankan posisinya di pasar sepeda motor Indonesia. Thomas Wijaya, Presiden Direktur Eksekutif AHM, mengungkapkan bahwa perusahaan memiliki keunggulan kompetitif berupa ekosistem pendukung yang kuat dan tersebar di seluruh Indonesia.

"Kita punya jaringan bengkel yang tersebar. Semua bengkel itu bisa menangani purnajual dari motor listrik. Ketersediaan suku cadang kita dan keterjangkauannya itu juga kita pastikan di seluruh Indonesia," ujar Thomas di Jakarta, dikutip Jumat (7/3/2025).

Menurut Thomas, AHM menyambut positif kehadiran kompetitor dari China yang diharapkan dapat menggairahkan pasar kendaraan listrik di Indonesia. Ia menekankan bahwa konsumen memiliki kebutuhan mobilitas yang berbeda dan akan memilih kendaraan sesuai dengan kegunaannya masing-masing.

"Tergantung kebutuhan mobilitasnya seperti apa. Performanya seperti apa, tentu penggunanya akan berbeda. Jadi masing-masing ada segmennya," jelas Thomas, mengindikasikan bahwa Honda siap bersaing di segmen yang telah dikuasainya selama ini.

Meski menghadapi persaingan ketat dari motor listrik China, penjualan motor Honda tetap stabil pada dua bulan pertama tahun 2025. AHM mencatat penjualan pada Januari-Februari 2025 mencapai 850.000 hingga 860.000 unit, relatif stabil dibandingkan periode yang sama tahun lalu.

"Selama dua bulan ini relatif stabil dibandingkan dengan dua bulan tahun lalu kurang lebih 850.000 sampai 860.000 unit selama dua bulan untuk AHM," tambah Thomas. Angka ini menunjukkan bahwa kepercayaan konsumen terhadap motor Honda masih tinggi meskipun terdapat banyak pilihan alternatif di pasaran.

Thomas berharap penjualan sepeda motor akan kembali tumbuh seiring dengan momentum Lebaran yang akan datang. Namun, ia juga mengakui bahwa industri otomotif tahun ini menghadapi tantangan, salah satunya adalah rencana pemberlakuan opsen pajak (pungutan tambahan yang ditetapkan pemerintah daerah berdasarkan perhitungan persentase tertentu dari pajak).
Baca Selanjutnya
Bagikan artikel ini:
Berita Lainnya
berita lainnya