Waspada Anoreksia Akibat Diet Terlalu Ekstrem Berujung Kematian
Fajar adhitya
Senin, 10 Maret 2025 - 20:20 WIB
Foto: Freepik.com
LANGIT7.ID-Jakarta; Tak sedikit orang memilih diet ekstrem agar bisa menurunkan badan secara cepat. Namun ada bahaya yang mengintai berujung kematian akibat anoreksia.
Melansir Medical Daily, Dr. Nagesh Prabu mengatakan anoreksia adalah gangguan makan sekaligus kondisi kesehatan mental yang membuat seseorang merasa kelebihan berat badan, meskipun sebenarnya berat badannya kurang atau normal.
Kondisi ini dapat muncul akibat kombinasi berbagai faktor, termasuk genetika, stres, trauma, tekanan teman sebaya, perundungan, pelecehan, kritik terhadap citra tubuh, dan sifat kepribadian obsesif atau kompulsif.
"Pasien akhirnya kehilangan rasa lapar, dan dalam kasus Sreenanda, kadar natrium dan gula dalam tubuhnya anjlok hingga tak dapat diperbaiki," ujar Dr. Prabhu.
Kondisi ini dapat menyerang orang di segala usia, tetapi faktor-faktor seperti tekanan dari teman sebaya, stres, dan kecemasan akibat perubahan tubuh lebih umum terjadi di kalangan remaja karena mereka lebih rentan terhadap kondisi tersebut.
Tanda-tanda anoreksia dapat terlihat secara fisik, emosional, dan perilaku.
Penderita mungkin mengalami tanda-tanda fisik seperti penurunan berat badan yang ekstrem, kelelahan, pusing, kesulitan buang air besar, dan merasa sangat kedinginan.
Melansir Medical Daily, Dr. Nagesh Prabu mengatakan anoreksia adalah gangguan makan sekaligus kondisi kesehatan mental yang membuat seseorang merasa kelebihan berat badan, meskipun sebenarnya berat badannya kurang atau normal.
Kondisi ini dapat muncul akibat kombinasi berbagai faktor, termasuk genetika, stres, trauma, tekanan teman sebaya, perundungan, pelecehan, kritik terhadap citra tubuh, dan sifat kepribadian obsesif atau kompulsif.
"Pasien akhirnya kehilangan rasa lapar, dan dalam kasus Sreenanda, kadar natrium dan gula dalam tubuhnya anjlok hingga tak dapat diperbaiki," ujar Dr. Prabhu.
Kondisi ini dapat menyerang orang di segala usia, tetapi faktor-faktor seperti tekanan dari teman sebaya, stres, dan kecemasan akibat perubahan tubuh lebih umum terjadi di kalangan remaja karena mereka lebih rentan terhadap kondisi tersebut.
Tanda-tanda anoreksia dapat terlihat secara fisik, emosional, dan perilaku.
Penderita mungkin mengalami tanda-tanda fisik seperti penurunan berat badan yang ekstrem, kelelahan, pusing, kesulitan buang air besar, dan merasa sangat kedinginan.