LANGIT7.ID-Kediri; Suasana kekeluargaan kental terasa di Pondok Pesantren Lirboyo, Kediri, Kamis (7/5/2026). Puluhan Rais Syuriyah dari berbagai PCNU se-Jawa Timur, didukung beberapa perwakilan dari DIY dan Jawa Tengah, duduk bersama dalam forum yang digagas penuh kepedulian oleh pengasuh pesantren setempat.
Rais Syuriyah PBNU, KH Muhibbul Aman Ali, menegaskan bahwa pertemuan ini murni bentuk khidmah (pengabdian) dan kepedulian terhadap kemaslahatan NU. "Tidak ada kepentingan lain. Semua demi kebaikan jam'iyyah," ujarnya didampingi Katib Syuriyah PBNU, KH Athoillah Sholahuddin Anwar.
Dari musyawarah yang berlangsung hangat, lahirlah lima rekomendasi penting untuk Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU). Inilah intinya:
1. Segera Gelar Munas, Konbes, dan Muktamar secara bersih, transparan, serta penuh adab dan kepatutan, dengan berpegang teguh pada AD/ART.
2. Pleno Dulu Sebelum Munas dan Konbes – PBNU diminta menggelar rapat pleno terlebih dahulu sebelum melangkah ke agenda nasional.
3. Libatkan Sesepuh Mustasyar – Agar setiap keputusan penting menjelang Muktamar penuh kearifan, para ulama sepuh dari unsur Mustasyar PBNU harus dilibatkan.
4. Muktamar di Lingkungan Pesantren – Karena NU adalah "pesantren besar" dan pesantren adalah "NU kecil", maka Muktamar ke-35 sebaiknya digelar di pondok pesantren. Ini untuk menguatkan kembali ruh dan tradisi asli perjuangan.
5. Lirboyo Layak Jadi Tuan Rumah – Secara khusus, forum mengusulkan Pondok Pesantren Lirboyo sebagai lokasi Muktamar ke-35. Pasalnya, pesantren ini memiliki sejarah panjang dalam mencetak ulama dan mengabdi pada NU.
"Alhamdulillah, kelima poin ini disepakati bulat oleh hampir semua Rais Syuriyah PCNU se-Jawa Timur yang hadir," tutup Kiai Muhibbul penuh syukur.(*/saf/nu)
(lam)