home edukasi & pesantren

Setan Dibelenggu di Bulan Ramadan, Mengapa Masih Banyak Kemaksiatan?

Selasa, 11 Maret 2025 - 04:00 WIB
Sebagian ulama berpendapat bahwa setan yang dibelenggu hanyalah setan kelas kakap. Ilustrasi: Teahub
LANGIT7.ID--Tindak kriminalitas di bulan Ramadhan boleh jadi agak menurun. Kendati demikian, pantas kita bertanya, bukankah setan-setan telah dibelenggu, mengapa di Bulan Ramadan masih ada saja tindak kejahatan? Dari Abu Hurairah ra, Rasulullah SAW bersabda:

إِذَا جَاءَ رَمَضَانُ فُتِّحَتْ أَبْوَابُ الْجَنَّةِ وَغُلِّقَتْ أَبْوَابُ النَّارِ وَصُفِّدَتِ الشَّيَاطِينُ

"Apabila Ramadan tiba, pintu surga dibuka, pintu neraka ditutup, dan setan dibelenggu.” (HR. Bukhari no. 1899 dan Muslim no. 1079).

Hadis ini diriwayatkan Imam Muslim dari Yahya bin Ayyub, Qutaibah, dan Ibnu Hajar. Mereka meriwayatkannya dari Ismail bin Ja'far, dari Abu Suhail, dari ayahnya, dari Abu Hurairah dari Baginda Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam. Ihwal kesahihannya tak perlu diragukan mengingat hadis ini diriwayatkan oleh Imam Muslim dalam Shahih-nya (nomor 1079) yang termasuk salah satu dari dua kitab hadis paling otoritatif di tengah kaum Muslimin.

Redaksi lain menyebutkan sebagai berikut: "Jika masuk malam pertama bulan Ramadan, setan-setan dan jin-jin jahat dibelenggu,” dengan tambahan redaksi, “Sebuah suara menyeru, ‘Wahai pencari kebaikan, menghadaplah! Wahai pencari keburukan, batasilah! Sungguh Allah memiliki hamba-hamba yang dibebaskan dari neraka.’ Seruan itu terjadi setiap malam.”

Baca juga: Nuzulul Qur'an: Kisah Nabi Muhammad SAW Menerima Wahtu di Gua Hira pada Bulan Ramadan

Hadis kedua diriwayatkan oleh Imam At-Tirmidzi dalam Sunan-nya (nomor 682) dari Abu Kuraib Muhammad bin Al-‘Ala bin Kuraib, dari Abu Bakar bin ‘Abbas, dari Al-A‘masy, dari Abu Shalih, dari Abu Hurairah.
Baca Selanjutnya
Bagikan artikel ini:
Berita Lainnya
berita lainnya