Islam Menghapus Apa yang Sebelumnya dan Tobat Menghapus Dosa yang Sebelumnya
Miftah yusufpati
Selasa, 11 Maret 2025 - 05:00 WIB
Orang yang mengulang melakukan dosa setelah bertaubat adalah orang yang dibenci Allah SWT. Ilustrasi: AI
LANGIT7.ID--Syaikh Yusuf Al-Qardhawi mengatakan hakikat tobat yang diperintahkan Allah SWT bagi seluruh kaum mukminin agar mereka beruntung, serta memerintahkan agar mereka bertobat dengan taubat nasuha.
Unsur atau faktor pertama tobat adalah unsur pengetahuan. Sedangkan unsur kedua dalam tobat adalah: unsur jiwa, yang berhubungan dengan hati dan keinginan diri. Atau dengan kata lain emosi dan inklinasi.
Syaikh Yusuf Al-Qardhawi dalam bukunya berjudul "at Taubat Ila Allah" yang ditejemahkan Abdul Hayyie al Kattani (Maktabah Wahbah, Kairo 1998) menjelaskan dari unsur ini ada yang berhubungan dengan masa lalu, dan ada yang berhubungan dengan masa depan. Ini kali kita membahas yang berhubungan dengan masa depan.
Baca juga: Unsur Hati dan Keinginan dalam Bertobat: Penyesalan Adalah Tobat
Tobat Harus dengan Tekad yang kuat
Menurut Al-Qardhawi, jika penyesalan itu berkaitan dengan masa lalu dan kesalahan yang telah ia perbuat; ada dimensi dalam tobat yang berkaitan dengan masa depan, dan tentang probabilitas ia melakukan pengulangan perbuatan dosa itu kembali, serta bagaimana mengganti kesalahan yang telah ia perbuat.
"Yaitu dengan bertekad untuk meninggalkan maksiat itu dan bertobat darinya secara total, dan tidak akan kembali melakukannya selama-lamanya. Seperti susu yang tidak mungkin kembali ke puting hewan setelah diperah," katanya.
Unsur atau faktor pertama tobat adalah unsur pengetahuan. Sedangkan unsur kedua dalam tobat adalah: unsur jiwa, yang berhubungan dengan hati dan keinginan diri. Atau dengan kata lain emosi dan inklinasi.
Syaikh Yusuf Al-Qardhawi dalam bukunya berjudul "at Taubat Ila Allah" yang ditejemahkan Abdul Hayyie al Kattani (Maktabah Wahbah, Kairo 1998) menjelaskan dari unsur ini ada yang berhubungan dengan masa lalu, dan ada yang berhubungan dengan masa depan. Ini kali kita membahas yang berhubungan dengan masa depan.
Baca juga: Unsur Hati dan Keinginan dalam Bertobat: Penyesalan Adalah Tobat
Tobat Harus dengan Tekad yang kuat
Menurut Al-Qardhawi, jika penyesalan itu berkaitan dengan masa lalu dan kesalahan yang telah ia perbuat; ada dimensi dalam tobat yang berkaitan dengan masa depan, dan tentang probabilitas ia melakukan pengulangan perbuatan dosa itu kembali, serta bagaimana mengganti kesalahan yang telah ia perbuat.
"Yaitu dengan bertekad untuk meninggalkan maksiat itu dan bertobat darinya secara total, dan tidak akan kembali melakukannya selama-lamanya. Seperti susu yang tidak mungkin kembali ke puting hewan setelah diperah," katanya.