Mush’ab bin Umair: Kisah Pemuda Tajir Memilih Masuk Islam dan Menjadi Miskin
Miftah yusufpati
Rabu, 12 Maret 2025 - 17:31 WIB
Pemuda ganteng dan perlente itu, telah menjadi melarat dengan pakaiannya yang kasar dan usang, sehari makan dan beberapa hari menderita lapar. Ilustrasi: AI
LANGIT7.ID--Pemuda ganteng nan tajir itu bernama Mush’ab bin Umair. Dia adalah salah seorang sahabat Nabi Muhammad SAW. Para muarrikh dan ahli riwayat melukiskan semangat kepemudaannya dengan kalimat: “Seorang warga kota Makkah yang mempunyai nama paling harum”.
Mush’ab dari keluarga berkecukupan. Biasa hidup mewah dan manja. Menjadi buah-bibir gadis-gadis Makkah dan menjadi bintang di tempat-tempat pertemuan.
Suatu hari anak muda ini mendengar berita yang telah tersebar luas di kalangan warga Makkah mengenai Muhammad al-Amin. Seorang Nabi yang diutus Allah SWT sebagai pembawa berita suka maupun duka, sebagai dai yang mengajak ummat beribadah kepada Allah Yang Maha Esa.
Mush’ab Ibnu Umair mendengar desas-desus bahwa Rasulullah bersama pengikutnya biasa mengadakan pertemuan di rumah Arqam bin Abil Arqam. Satu tempat di bukit Shafa, dengan harapan jauh dari gangguan gerombolan Quraisy.
Pemuda ini penasaran dengan kabar itu. Ia pun mencari tahu dengan mata kepalanya sendiri. Akhirnya pada suatu senja ia memutuskan pergi ke rumah Arqam.
Baca juga: Pandangan tentang Modernisasi Tafsir: Hadis dan Pendapat Sahabat Nabi
Pada saat Mush’ab mengambil tempat duduk, Rasulullah SAW tengah membacakan ayat-ayat al-Quran. Mush’ab pun terpesona oleh untaian kalimat Rasulullah. Hampir saja anak muda itu terangkat dari tempat duduknya karena rasa haru. Ia merasakan dirinya terbang karena gembira.
Mush’ab dari keluarga berkecukupan. Biasa hidup mewah dan manja. Menjadi buah-bibir gadis-gadis Makkah dan menjadi bintang di tempat-tempat pertemuan.
Suatu hari anak muda ini mendengar berita yang telah tersebar luas di kalangan warga Makkah mengenai Muhammad al-Amin. Seorang Nabi yang diutus Allah SWT sebagai pembawa berita suka maupun duka, sebagai dai yang mengajak ummat beribadah kepada Allah Yang Maha Esa.
Mush’ab Ibnu Umair mendengar desas-desus bahwa Rasulullah bersama pengikutnya biasa mengadakan pertemuan di rumah Arqam bin Abil Arqam. Satu tempat di bukit Shafa, dengan harapan jauh dari gangguan gerombolan Quraisy.
Pemuda ini penasaran dengan kabar itu. Ia pun mencari tahu dengan mata kepalanya sendiri. Akhirnya pada suatu senja ia memutuskan pergi ke rumah Arqam.
Baca juga: Pandangan tentang Modernisasi Tafsir: Hadis dan Pendapat Sahabat Nabi
Pada saat Mush’ab mengambil tempat duduk, Rasulullah SAW tengah membacakan ayat-ayat al-Quran. Mush’ab pun terpesona oleh untaian kalimat Rasulullah. Hampir saja anak muda itu terangkat dari tempat duduknya karena rasa haru. Ia merasakan dirinya terbang karena gembira.