home masjid

Kisah Imam Syafii Ditangkap dengan Tuduhan Syiah: Era Kalifah Harun Al-Rasyid

Senin, 17 Maret 2025 - 04:00 WIB
Setelah bebas dari pengadilan Khalifah, Imam Syafii menetap di Baghdad. Ilustrasi: Ist
LANGIT7.ID--Pada tahun 179 H, Imam Syafi’i harus menelan pil pahit dalam kehidupan akademisnya. Bagaimana tidak? Di tahun yang sama itu wafat dua guru mulianya Imam Malik di Madinah dan Syaikh Kholid az-Zanji di Makkah. Namun, wafatnya kedua guru beliau tak lantas membuatnya larut dalam kesedihan.

Sebelum kepergian gurunya Imam Malik, Imam Syafi’i telah pula mengembara ke Kufah di Irak untuk berguru kepada ulama yang ada di sana.

Di kota Kufah ini, atas bekal yang diberikan oleh Imam Malik, Imam Syafi’i bertemu dengan Imam Abu Yusuf dan Imam Muhammad bin al-Hasan, dua murid senior dari Imam Abu Hanifah. Keduanya begitu menghargai sosok Imam Syafi’i karena kapasitas ilmu yang ada padanya. Begitu pula sikap Imam Syafi’i kepada keduanya.

Imam Syafi’i bermukim di kota Kufah selama hampir dua tahun, sebelum pergi ke beberapa daerah di Persia dan kemudian pulang kembali Kota Madinah sampai wafatnya Imam Malik.

Baca juga: Kisah Imam Syafii Berguru ke Imam Malik di Madinah

Imam Syafii Menikah dengan Hamidah binti Nafi’

Belum lama tiba di Makkah, sekembalinya dari Madinah, Gubernur Yaman yang kala itu bertandang ke kota Makkah terkesima dengan kecerdasan dan keluasan ilmu Imam Syafi’i. Maka ia berencana membawa beliau ke Yaman untuk dijadikan staf ahli di kantor gubernur Yaman.
Baca Selanjutnya
Bagikan artikel ini:
Berita Lainnya
berita lainnya