Kolom Ekonomi Syariah: Krisis Ekonomi dan Agama
Tim langit 7
Senin, 17 Maret 2025 - 04:58 WIB
Kolom Ekonomi Syariah: Krisis Ekonomi dan Agama
Prof.Dr.Bambang Setiaji
LANGIT7.ID-Krisis ekonomi adalah masalah siklikal yang selalu terjadi dan berulang. Terdapat masa masa tumbuh yang ada batas puncaknya kemudian akan terjadi penurunan atau masa masa resesi dan pada titik terendah terjadi stagnasi atau kemandekan dan krisis.
Penurunan ekonomi terjadi ketika permintaan agregat menurun, atau ketika biaya modal meningkat mungkin oleh otoritas atau karena pasar, sehingga investasi akan menurun, dan pertambahan produksi mulai berkurang.
Baca juga: Kolom Ekonomi Syariah: Rangkullah Para Aghniya
Bisa jadi karena terjadi kelatahan di mana beberapa sektor over investasi. Disebabkan oleh missinformasi, miss ekpektasi, terjadi sektor sektor yang berdesakan. Di Indonesia terjadi kebuntuan kebuntuan vertikal, SDM yang mulai memiliki kualifikasi Perguruan Tinggi meningkat, tetapi lapangan pekerjaan yang sesuai sangat kurang. Akibatnya SDM berdesakan di sektor bawahnya. Dan terdesak ke sektor informal. PHK juga menyebabkan bertambah berdesaknya sektor ekonomi informal.
Pasar yang ada dilayani oleh terlalu banyak supplier akibatnya terjadi miss alokasi. Pesangon pesangon PHK biasanya untuk membuka warung makan yang sudah sangat over. Juga perdagangan perdagangan mikro umumnya bidang pakaian dan peralatan kelontong.
LANGIT7.ID-Krisis ekonomi adalah masalah siklikal yang selalu terjadi dan berulang. Terdapat masa masa tumbuh yang ada batas puncaknya kemudian akan terjadi penurunan atau masa masa resesi dan pada titik terendah terjadi stagnasi atau kemandekan dan krisis.
Penurunan ekonomi terjadi ketika permintaan agregat menurun, atau ketika biaya modal meningkat mungkin oleh otoritas atau karena pasar, sehingga investasi akan menurun, dan pertambahan produksi mulai berkurang.
Baca juga: Kolom Ekonomi Syariah: Rangkullah Para Aghniya
Bisa jadi karena terjadi kelatahan di mana beberapa sektor over investasi. Disebabkan oleh missinformasi, miss ekpektasi, terjadi sektor sektor yang berdesakan. Di Indonesia terjadi kebuntuan kebuntuan vertikal, SDM yang mulai memiliki kualifikasi Perguruan Tinggi meningkat, tetapi lapangan pekerjaan yang sesuai sangat kurang. Akibatnya SDM berdesakan di sektor bawahnya. Dan terdesak ke sektor informal. PHK juga menyebabkan bertambah berdesaknya sektor ekonomi informal.
Pasar yang ada dilayani oleh terlalu banyak supplier akibatnya terjadi miss alokasi. Pesangon pesangon PHK biasanya untuk membuka warung makan yang sudah sangat over. Juga perdagangan perdagangan mikro umumnya bidang pakaian dan peralatan kelontong.