Amalan Sunnah selepas Salat Fardhu, Jangan Salah Tafsir Hadist
Fajar adhitya
Sabtu, 27 Agustus 2022 - 06:02 WIB
Amalan sunnah selepas salat fardhu. Foto: Langit7/iStock.
Amalan sunnah selepas shalat fardhu yakni berdzikir. Namun masyarakat kerap salah kaprah, sehingga ada ritual baru yakni berjabat tangan usai salam.
Padahal amalan sunnah selepas salat fardhu itu ditegaskan langsung Rasulullah yakni berdzikir. Bahkan sejumlah ulama menyebut, dzikir merupakan rangkaian ibadah salat itu sendiri.
Dzikir adalah ingat, atau suatu usaha untuk mengingat dan mendekatkan diri kepada Allah, baik melalui ucapan lisan, menghayati dan merenungkan lafadz tersebut.
Ada hadist diriwayatkan Tsauban, dia berkata "Rasulullah ketika selesai salat meminta ampunan tiga kali dan berkata "Allahumma Antas Salam wa minkas Salam tabaarakta ya dzal jalaali wal ikram" (Ya Allah Engkau adalah Dzat yang memberi keselamatan, dan dari-Mulah segala keselamatan, Maha besar Engkau wahai Dzat Pemilik kebesaran dan kemuliaan)." Kata Walid, maka kukatakan kepada Auza’i, "Lalu bagaimana bila hendak meminta ampunan?" Jawabnya, "Engkau ucapkan saja astaghfirullah astaghfirullah" (aku meminta ampunan kepada Allah aku meminta ampunan kepada Allah)." (HR Muslim).
Baca Juga: Dalil Dzikir Selepas Shalat, Boleh Dikeraskan dan Dibaca Lirih
Dalam riwayat lain dari Abu Ummamah berkata: "Rasulullah ditanyakan, "Wahai Rasulullah, doa apa yang paling didengar?" Beliau menjawab, "Doa di tengah malam terakhir, serta dzikir setelah salat lima waktu." (HR At-Tirmidzi). Imam At-Tirmidzi berpendapat bahwa hadits ini hasan.
Sementara salah kaprah memaknai berjabat tangan atau bersalaman setelah salat berjamaah merupakan bagian dari sunnah. Lalu adakah landasan hukumnya?
Padahal amalan sunnah selepas salat fardhu itu ditegaskan langsung Rasulullah yakni berdzikir. Bahkan sejumlah ulama menyebut, dzikir merupakan rangkaian ibadah salat itu sendiri.
Dzikir adalah ingat, atau suatu usaha untuk mengingat dan mendekatkan diri kepada Allah, baik melalui ucapan lisan, menghayati dan merenungkan lafadz tersebut.
Ada hadist diriwayatkan Tsauban, dia berkata "Rasulullah ketika selesai salat meminta ampunan tiga kali dan berkata "Allahumma Antas Salam wa minkas Salam tabaarakta ya dzal jalaali wal ikram" (Ya Allah Engkau adalah Dzat yang memberi keselamatan, dan dari-Mulah segala keselamatan, Maha besar Engkau wahai Dzat Pemilik kebesaran dan kemuliaan)." Kata Walid, maka kukatakan kepada Auza’i, "Lalu bagaimana bila hendak meminta ampunan?" Jawabnya, "Engkau ucapkan saja astaghfirullah astaghfirullah" (aku meminta ampunan kepada Allah aku meminta ampunan kepada Allah)." (HR Muslim).
Baca Juga: Dalil Dzikir Selepas Shalat, Boleh Dikeraskan dan Dibaca Lirih
Dalam riwayat lain dari Abu Ummamah berkata: "Rasulullah ditanyakan, "Wahai Rasulullah, doa apa yang paling didengar?" Beliau menjawab, "Doa di tengah malam terakhir, serta dzikir setelah salat lima waktu." (HR At-Tirmidzi). Imam At-Tirmidzi berpendapat bahwa hadits ini hasan.
Sementara salah kaprah memaknai berjabat tangan atau bersalaman setelah salat berjamaah merupakan bagian dari sunnah. Lalu adakah landasan hukumnya?