Ini yang Harus Dipersiapkan Ibu Hamil saat Ingin Mudik
Fajar adhitya
Kamis, 20 Maret 2025 - 04:59 WIB
Foto: Freepik.com
LANGIT7.ID-Jakarta; Ibu hamil yang akan melakukan perjalana mudik diwajibkan untuk untuk melakukan pemeriksaan kehamilan melalui USG. Selain itu juga membawa cemilan berprotein tinggi guna menjaga kondisinya tetap sehat selama perjalanan mudik.
“Sebelum mudik, persiapkan kondisi ibu dan janin, apakah ada kelainan atau tidak. Sesuaikan waktu kontrol dengan waktu trimester kehamilannya, kita harus siapkan semua agar tahu apakah ada risiko misalnya apa janinnya kecil, ukurannya kurang, itu tidak boleh. Jadi harus benar-benar normal,” ujar dr. Dewita Nilasari, Sp.OG.
Dewita menuturkan saat memeriksakan kandungan ibu ke fasilitas kesehatan, dokter perlu menggunakan USG agar tumbuh kembang janin dapat terpantau dengan baik. Disarankan supaya suami turut mendampingi sebagai bentuk suportif pada program kehamilan yang sedang dijalani.
Kehadiran kedua belah pihak juga dapat mengedukasi suami secara langsung terkait apa saja yang diperlukan ibu hamil selama perjalanan, termasuk hal-hal apa saja yang mesti dijauhi dan tindakan apa yang perlu diambil saat ibu tiba-tiba mengalami pecah ketuban dan lain sebagainya.
“Penting juga untuk meminta surat keterangan layak berpergian dari dokter kehamilan, biasanya yang paling sering diminta ketika naik pesawat dan kereta walaupun kereta tidak semuanya. Perlu diingat tiap transportasi punya batas maksimal untuk ibu hamil,” ujarnya.
Keluarga perlu mempelajari ketentuan penumpang bagi ibu hamil pada moda transportasi yang dibutuhkan. Misal, ibu membutuhkan tempat duduk yang luas seperti di area sayap atau kursi penumpang bagian depan bila menaiki pesawat.
Termasuk mencari informasi soal fasilitas kesehatan yang berdiri di jalur mudik yang dilalui. Pastikan fasilitas kesehatan itu memiliki layanan yang dibutuhkan oleh ibu dan bayi.
“Sebelum mudik, persiapkan kondisi ibu dan janin, apakah ada kelainan atau tidak. Sesuaikan waktu kontrol dengan waktu trimester kehamilannya, kita harus siapkan semua agar tahu apakah ada risiko misalnya apa janinnya kecil, ukurannya kurang, itu tidak boleh. Jadi harus benar-benar normal,” ujar dr. Dewita Nilasari, Sp.OG.
Dewita menuturkan saat memeriksakan kandungan ibu ke fasilitas kesehatan, dokter perlu menggunakan USG agar tumbuh kembang janin dapat terpantau dengan baik. Disarankan supaya suami turut mendampingi sebagai bentuk suportif pada program kehamilan yang sedang dijalani.
Kehadiran kedua belah pihak juga dapat mengedukasi suami secara langsung terkait apa saja yang diperlukan ibu hamil selama perjalanan, termasuk hal-hal apa saja yang mesti dijauhi dan tindakan apa yang perlu diambil saat ibu tiba-tiba mengalami pecah ketuban dan lain sebagainya.
“Penting juga untuk meminta surat keterangan layak berpergian dari dokter kehamilan, biasanya yang paling sering diminta ketika naik pesawat dan kereta walaupun kereta tidak semuanya. Perlu diingat tiap transportasi punya batas maksimal untuk ibu hamil,” ujarnya.
Keluarga perlu mempelajari ketentuan penumpang bagi ibu hamil pada moda transportasi yang dibutuhkan. Misal, ibu membutuhkan tempat duduk yang luas seperti di area sayap atau kursi penumpang bagian depan bila menaiki pesawat.
Termasuk mencari informasi soal fasilitas kesehatan yang berdiri di jalur mudik yang dilalui. Pastikan fasilitas kesehatan itu memiliki layanan yang dibutuhkan oleh ibu dan bayi.