Kisah Ketika Sahabat Abu Hurairah Dapat Pelajaran dari Setan
Fajar adhitya
Ahad, 26 September 2021 - 19:30 WIB
Kisah ketika sahabat Abu Hurairah dapat pelajaran dari setan. (Foto: Istimewa).
Kisah ketika sahabat Abu Hurairah mendapat pelajaran dari setan tercantum dalam hadist shahih. Setan memberi tahu secara langsung apa yang menjadi kelemahannya.
Dalam hadist shahih Bukhari disebutkan kisat ketika sahabat Abu Hurairah mendapat pelajaran dari setan bermula saat Rasulullah memintanya menjaga barang-barang zakat Ramadhan atau zakat fitrah.
Lalu ada seseorang yang datang, menumpahkan makanan dan mengambilnya. Saat itu Abu Hurairah mengatakan, "Demi Allah, aku benar-benar akan mengadukanmu pada Rasulullah shallallahu alaihi wa sallam."
Namun orang tersebut memelas. Dia mengatakan bahwa sedang dalam keadaan butuh dan memiliki keluarga, sehingga orang ini memohon agar jangan ditangkap. Akhirnya dia pun dilepaskan karena rasa kasihan Abu Hurairah.
Lantas di pagi hari, Nabi shallallahu alaihi wa sallam bertanya: "Wahai Abu Hurairah, apa yang dilakukan oleh tawananmu semalam?"
Dia pun menjawab, "Wahai Rasulullah, dia (orang itu) mengadukan bahwa dia dalam keadaan butuh dan juga punya keluarga. Oleh karena itu, aku begitu kasihan padanya sehingga aku melepaskannya."
Nabi shallallahu alaihi wa sallam bersabda, "Dia telah berdusta padamu dan dia akan kembali lagi." Abu Hurairah yang tahu orang tersebut akan kembali, dia lantas berjaga-jaga. Ternyata benar, orang itu kembali lagi.
Dalam hadist shahih Bukhari disebutkan kisat ketika sahabat Abu Hurairah mendapat pelajaran dari setan bermula saat Rasulullah memintanya menjaga barang-barang zakat Ramadhan atau zakat fitrah.
Lalu ada seseorang yang datang, menumpahkan makanan dan mengambilnya. Saat itu Abu Hurairah mengatakan, "Demi Allah, aku benar-benar akan mengadukanmu pada Rasulullah shallallahu alaihi wa sallam."
Namun orang tersebut memelas. Dia mengatakan bahwa sedang dalam keadaan butuh dan memiliki keluarga, sehingga orang ini memohon agar jangan ditangkap. Akhirnya dia pun dilepaskan karena rasa kasihan Abu Hurairah.
Lantas di pagi hari, Nabi shallallahu alaihi wa sallam bertanya: "Wahai Abu Hurairah, apa yang dilakukan oleh tawananmu semalam?"
Dia pun menjawab, "Wahai Rasulullah, dia (orang itu) mengadukan bahwa dia dalam keadaan butuh dan juga punya keluarga. Oleh karena itu, aku begitu kasihan padanya sehingga aku melepaskannya."
Nabi shallallahu alaihi wa sallam bersabda, "Dia telah berdusta padamu dan dia akan kembali lagi." Abu Hurairah yang tahu orang tersebut akan kembali, dia lantas berjaga-jaga. Ternyata benar, orang itu kembali lagi.